Episode 96 - Hancurkan kemustahilan Takdir



Di dalam dunia jiwa Kucing hitam.

Sementara Dan yang berada di luar kastil sedang melawan patung kucing yang terus kembali hidup bahkan setelah dihancurkan berkeping-keping, Danny yang berada di dalam kastil harus melawan manusia yang diperintah oleh Kucing hitam yang berada di lantai kedua kastil tanpa ada tangga untuk bisa naik ke atas.

Di dalam kastil.

Kedua pistol yang Danny pegang terus-menerus menembak manusia yang mencoba untuk menyerangnya. Namun, kali ini tembakannya tidak mengenai bagian tubuh yang vital dan tidak membuat manusia itu terbakar habis, tapi hampir semua tembakannya hanya mengenai kaki dan mmebuat mereka tidak bisa berjalan.

“Ha ha ha, sepertinya kau sangat gugup hingga tidak mampu untuk mengalahkan mereka semua, dasar lemah!” dari lantai dua Kucing hitam melihat Danny dengan wajah penuh penghinaan.

Danny tidak memedulikan apa yang Kucing hitam katakan dan terus menarik pelatuk dan berputar-putar untuk menembak manusia yang mencoba mengelilinginya. Untungnya, di dalam dunia jiwa, tidak ada rasa sakit, pusing, lelah, atau lapar, jadi semua yang mungkin menjadi gangguan tersebut bisa Danny abaikan.

Manusia yang tertembak kakinya oleh Danny terus menumpuk di lantai, tapi dari dalam pintu-pintu yang terbuka terus bermunculan manusia, seolah mereka tidak ada habisnya dan secara otomatis berlari menghampiri Danny untuk menyerangnya.

Jika dipikirkan dengan akal sehat, semua ini sangat tidak masuk akal. Namun, di dalam dunia jiwa ini, semua hal tidak masuk akal tersebut seolah termaafkan. Meskipun begitu, ada batasan yang tidak bisa dilanggar, yaitu kau tidak bisa membuat sesuatu yang kau pikir tidak mungkin. 

Jadi, pada dasarnya, semuanya mungkin apabila kau berpikir itu mungkin, dan semuanya menjadi tidak mungkin ketika kau berpikir itu mungkin.

Dalam benak Kucing hitam, sangat mungkin dia mampu untuk berdiri di atas kastil tertinggi dengan manusia-manusia sebagai hewan peliharaannya. Sedangkan untuk Danny, dia berpikir mungkin baginya untuk menciptakan segala senjata.

“Tidak peduli apa yang kau lakukan, lebih baik menyerah saja!” ucap Kucing hitam.

“Tidak akan!” balas Danny setengah berteriak.

“Semuanya percuma, mustahil kau bisa mengalahkan aku.”

“Tidak ada yang percuma, semua usahaku pasti akan terbayarkan.”

“Dasar manusia bodoh, kau sangat keras kepala!” 

“Aku akan terus melangkah dan mengejar kemungkinan yang ada.”

“Kau tidak mungkin bisa mengalahkanku.”

“Jika kemungkinan itu tidak ada, lalu tinggal aku ciptakan saja.”

Bang bang bang bang bang

Danny terus memutarkan tubuhnya dan menarik pelatuk pistol di kedua tangannya. Sementara itu Kucing hitam yang berdiri di lantai terus melihat Danny dengan serius. Meskipun dia tidak mau mengakuinya, tapi Kucing hitam itu menyadari bahwa Danny berbeda dari yang lainnya.

Namun, Kucing hitam masih tidak percaya Danny akan mampu mengalahkannya. Dia menggerakan tangannya seolah mencakar udara lalu beberapa saat kemudian cakaran tersebut seolah berubah menjadi goresan cahaya dan dengan cepat melesat menuju Danny.

Danny yang terus berputar seraya menembak manusia yang mencoba menyerangnya tidak menyadari datangnya serangan tersebut, tiba-tiba saja dia merasa dihantam oleh sesuatu dan membuat luka yang dalam pada tubuhnya.

Sementara itu, di luar kastil.

Dan terus terbang menjauh dari patung kucing yang tidak kenal lelah untuk terus mengejarnya. Dia masih belum menemukan cara yang tepat untuk bisa mengalahkan mereka. Karena meskipun dihancurkan hingga berkeping-keping, patung itu akan mencair lalu membentuk patung kucing yang baru sesuai besar kepingan yang ada. 

Meskipun ukuran patung kucing itu menjadi kecil, akan tetapi dengan jumlah mereka yang semakin banyak membuat Dan menjadi sangat kerepotan. 

Karena itu, Dan saat ini tidak bisa bersikap ofensif dan hanya bisa bertahan sekaligus dia harus memikirkan bagaimana cara untuk bisa mengalahkan mereka tanpa mungkin untuk menjadi patung kucing yang baru.

Sangat mudah untuk dikatakan, tapi sangat sulit untuk dilakukan. 

Namun, tiba-tiba saja sebuah rencana sederhana terlintas dalam pikirannya. Dan tidak perlu mencari cara apapun, dia hanya perlu menghancurkan mereka sekaligus hingga tidak lagi tersisa, dan dengan begitu maka semuanya akan selesai.

Meski rencana itu bisa dibilang sangat sederhana dan bodoh, akan tetapi tidak ada salahnya untuk dicoba, pikir Dan.

Seraya terbang, Dan mengumpulkan kekuatannya dalam satu titik, dengan penuh konsentrasi Dan tidak membiarkan sedikit pun api hitamnya terbuang sia-sia, kemudian ketika Dan merasa kekuatan yang dia kumpulkan sudah cukup, dia berbalik badan dan mengerahkan semuanya secara sekaligus pada patung kucing yang mengejarnya.

Seketika saja langit dipenuhi oleh api hitam yang membara ke setiap sudutnya, membakar apa saja yang menyentuhnya hanya dalam hitungan sesaat saja.

Ledakan itu hanya sesaat saja, akan tetapi sesaat itu menghancurkan semuanya dan ketika api hitam itu perlahan sirna, setengah dari dunia jiwa berubah menjadi ketiadaan.

Kembali ke dalam kastil.

Setelah terkena serangan kejutan dari Kucing hitam, kini Danny menjadi lebih hati-hati dan terus memperhatikan Kucing hitam di lantai dua seraya terus menembak manusia yang mencoba menyerangnya. 

Namun, meskipun mudah dikatakan, itu sesuatu yang sangat sulit untuk dilakukan.

Beberapa kali Danny tidak sempat untuk menghindari serangan Kucing hitam dan kehilangan bagian tubuhnya. Akan tetapi, Danny tidak punya pilihan lain, dia sudah memikirkan sebuah rencana dan akan terus melakukannya. 

Kini, jumlah manusia yang berada di sekelilingnya telah menggunung dan menyulitkan manusia lain untuk melewati manusia yang tergeletak lalu menumpuk tanpa kaki. Sebuah pemandangan yang mengerikan memang, tapi karena tidak ada darah yang menghiasi, Danny tidak merasa bermasalah dengan gambaran tersebut.

Danny juga telah menyadari pola serangan dari Kucing hitam, ada jeda sejenak di mana dia harus menyiapkan kekuatannya sebelum melancarakan serangan padanya, dan itu adalah celah yang Danny incar saat ini.

“Sekarang.” Pikir Danny.

Danny memusatkan semua kekuatannya pada kakinya lalu menekuk lututnya dan melompat setinggi yang dia bisa. Pada momen di mana dia berada di udara, Danny memikirkan sebuah trampolin, kemudian sebuah trampolin benar-benar tercipta di bawahnya.

Dengan bantuan trampolin tersebut, Danny melompat sangat tinggi dan akhirnya bisa mencapai lantai dua, sebuah perkembangan situasi yang tidak pernah Kucing hitam duga.

Kucing hitam dengan buru-buru menarik cakarnya di udara untuk melancarkan serangan pada Danny. Lima buah goresan cahaya bergerak horizontal menuju dada Danny. Melihat serangan datang, Danny langsung bergerak cepat, dia berguling ke depan lalu kemudian ketika serangan itu telah melewatinya, Danny segera mengarahkan pistol ke arah Kucing hitam dan segera menarik pelatuk pistolnya.

Bang bang.

Dua peluru terbang cepat menuju Kucing hitam, namun tiba-tiba terdengar suara mengeong dan segera dua peluru itu menghilang tanpa jejak.

“Ha ha ha, tidak akan semudah itu.” Kucing hitam sekali lagi menarik cakarnya di udara dan kemudian lima goresan cahaya cepat menuju Danny.

Jarak antara Kucing hitam dan Danny terlalu dekat, jadi mustahil baginya untuk bisa menghindarinya. Namun, tepat sebelum cahaya itu mengenai Danny, sebuah bola api hitam menghalangi jalannya cahaya tersebut.

“Sepertinya kau sedang kesusahan.” 

Danny tersenyum seraya melihat ke arah Dan. “Terima kasih.”

 “Tidak perlu basa-basi, ayo kita selesaikan secepatnya.”

“Tentu.”

Danny mengarahkan pistol ke arah Kucing hitam dan menarik pelatuknya, sedangkan itu Dan segera membuat bola api hitam dan langsung melemparkanya menuju arah Kucing hitam, akan tetapi lagi-lagi peluru itu langsung menghilang tepat setelah suara mengeong terdengar, begitu pula bola api hitam Dan.

“Apa-apaan itu?” tanya Dan dengan terkejut.

“Aku juga tidak tahu.” Balas Danny.

“Ha ha ha, kalian tidak akan bisa mengalahkanku, manusia setengah!”

“Jika serangan apiku tidak mempan, maka aku hanya perlu memukulmu.” Dengan sayapnya Dan melesat menuju arah Kucing hitam dan mengarahkan tinjunya pada Kucing hitam.

“Tidak akan semudah itu!” Kucing hitam menarik cakarnya di udara untuk menghalangi Dan mendekatinya.

Bang bang bang bang bang.

Peluru api keluar dari moncong pistol Danny dan menghancurkan serangan Kucing hitam.

“Hajar dia!”

“tentu saja.”

Bam.

Pukulan Dan berhasil mendarat tepat pada wajah Kucing hitam dan membuatnya hancur lebur, yang tersisa darinya hanya sebuah keping kecil yang kemudian terserap ke dalam tubuh Dan.

Dengan kalahnya Kucing hitam, dunia jiwa bergetar seolah terkena gempa yang sangat dahsyat. Kastil emas yang berdiri dengan gagah sebelumnya mulai hancur dan hutan yang berada di luar kastil jatuh ke dalam ketiadaan.

“Ayo kita pergi.”

“Ya.”

Mereka berdua kembali ke dalam tubuh yang sebenarnya, di samping mereka terdapat Kucing hitam yang masih tidak sadarkan diri.

“Sepertinya aku tahu alasan kenapa dia bisa bicara.” Ucap Dan.

“Apa alasannya?” tanya Danny penasaran.

Dan mengeluarkan kepingan yang sebelumnya berada di dalam tubuh Kucing hitam. Kepingan kecil yang terlihat sangat biasa saja.

“Inilah yang membuat kucing itu bisa bicara dan memiliki kekuatan seperti itu.” 

“Kepingan apa itu.”

“Ceritanya panjang, akan kuceritakan lain kali. Tapi, yang aku khawatirkan adalah kemungkinan adanya kepingan lain.”

“Jadi, dengan kata lain, jika ada orang yang memiliki kepingan seperti itu, maka dia akan memiliki kekuatan yang tidak masuk akal begitu.”

“Benar, dan yang lebih aku khawatirkan adalah...” Dan mengehentikan kalimatnya.

“Adalah apa?” tanya Danny penasaran.

“Mereka akan segera datang.”

Kucing hitam yang tadi tidak sadarkan diri telah bangun, dia mengintip dengan satu mata dan dengan aneh melihat Danny yang sedari tadi bicara sendiri, melihat Danny tidak memerhatikannya Kucing hitam itu bersiap untuk berlari.

“Ha ha ha, aku berhasil melarikan diri.” Gumam Kucing hitam seraya berlari pergi.

Namun, tidak lama kemudian Kucing hitam itu berhasil ditangkap kembali oleh Danny.

“Heh, kau pikir kau bisa pergi, tidak akan!” 

“Lepaskan aku, hei manusia rendahan, cepat lepaskan aku!” teriak Kucing hitam.

“Kenapa dia masih bisa bicara?” tanya Danny.

“Aku juga tidak tahu.” Balas Dan.

“Lepaskan aku, dasar orang gila! Aku akan menguasai dunia dan menjadi penguasa satu-satunya di dunia ini.” Kucing hitam tersebut terus memberontak, tapi kini dia tidak sekuat sebelumnya dan hanya sekuat kucing pada umumnya.