Episode 95 - Takdir yang Mustahil



Dengan hati-hati Dan memperhatikan patung kucing itu dan kemudian dia berteriak. “Kau langsung pergi ke dalam kastil dan cari kucing sialan itu, biar aku yang menangani patung jelek itu!”

“Baiklah, aku percayakan dia padamu.” Jawab Danny sambil berlari pergi.

Danny berlari di antara pohon-pohon rindang untuk menuju kastil emas, sementara itu Dan memejamkan matanya sejenak lalu mengumpulkan konsentrasinya pada kekuatan api hitam miliknya, dalam hitungan detik sebuah sayap besar yang terbuat dari api hitam terbentang di pundaknya, membuat dia terlihat semakin gagah. Dengan sayap miliknya, Dan terbang tinggi mengikuti arah lari Danny. 

Di atas kastil, patung kucing tidak berdiam diri saja, sekali lagi dia menembakan cahaya merah dari kedua matanya untuk menghalangi Danny mendekati kastil. Namun, kali ini Danny tidak goyah, dia terus berlari tanpa memedulikannya, karena dia tahu bahwa ada orang yang bisa dia andalkan di belakangnya.

Berjalan bersamaan dengan kepercayaan Danny, Dan tidak tinggal diam ketika melihat serangan menuju arah Danny. Dengan segera Dan membuat perisai dari api hitamnya dan mengendalikannya untuk menghalangi serangan itu mengenai Danny.

Tabrakan antara sinar merah dan perisai api milik Dan terjadi. Namun, perisai api itu hanya bergejolak untuk sesaat lalu kembali kokoh kembali. Serangan itu tidak memiliki banyak efek padanya.

Senyum kecil tercipta pada wajah Danny, kemudian dia meningkatkan kecepatan berlarinya seraya memikirkan senjata apa yang akan dia gunakan untuk melawan musuhnya nanti. Tidak butuh waktu lama, sebuah senjata langsung terbayang di dalam pikirannya, senyum lebih lebar tercipta karena dia sudah tidak sabar ingin segera menggunakan senjata tersebut.

Patung kucing itu tidak berhenti sampai di sana saja, dia kembali menembakan cahaya mereh munuju arah Danny yang semakin dekat, akan tetapi Dan selalu tepat waktu mengendalikan perisai apinya untuk menghalau serangann tersebut.

Melihat semua serangannya tidak berguna, patung kucing mengalihkan target pada Dan lalu menembakan cahaya merah dari matanya pada Dan,

“Haha, seranganmu tidak akan ada gunanya untukku, kucing sialan!”

Dengan sangat cepat Dan mengendalikan perisai apinya untuk menghalau serangan tersebut, perisai api itu bergejolak tapi cahaya merah itu tidak berhenti dan terus menghantam perisai api Dan.

“Sialan!!!” Dan terus menahan cahaya merah itu sekuat tenaga sekaligus memperbaiki perisai api yang terkikis terus menerus. 

Semua latihan yang Dan lakukan terbayarkan, sekarang dia bisa lebih leluasa untuk mengendalikan kekuatan api hitamnya, terbukti dengan betapa mudahnya dia memanipulasi api hitam tersebut.

Namun, bukan berarti Dan telah mengusai kekuatan api hitam tersebut dengan sempurna, setelah terkikis cahaya merah terus-menerus, akhirnya perisai itu hancur karena Dan tidak sempat untuk memperbaikinya.

Beruntung Dan masih sempat menghindar dari serangan tersebut atau nasibnya akan sama seperti permukaan tanah yang awalnya datar akan tetapi kini telah menjadi hancur berkeping-keping.

Sekali lagi patung kucing menembakan cahaya merah pada Dan. Dengan perisai api, Dan menghentikan serangan tersebut agar tidak mengenai dirinya dengan sekuat tenaga, akan tetapi sama seperti sebelumnya, perisai api itu terkikis sedikit demi sedikit lalu hancur sebelum meledakan tanah.

Di sisi lain, Danny akhirnya sampai di depan gerbang kastil tersebut, dia mengimajinasikan sebuah pistol buatan Pindad yang diberi nama G2 Combat, sebuah pistol dengan amunisi 9x19 mm Parabellum yang digunakan secara luas oleh angkatan bersenjata Indonesia. 

Pistol ini sangat bisa diandalkan dalam berbagai situasi dan memiliki akurasi yang sangat baik, dan oleh sebab itulah sangat bagus untuk Danny yang memiliki akurasi yang sangat rendah ketika menggunakan senjata api.

Kini, dua pistol G2 Combat berwarna hitam ada di tangan kanan dan kirinya, Danny telah siap masuk dan menyerbu ke dalam istana.

Melihat Danny yang tidak perlu dilindungi lagi, Dan merubah strategi bertahan yang dia gunakan menjadi menyerang. Dengan sangat cepat sayap api di punggungnya berkepak dan membawa tubuhnya meluncur cepat menuju patung kucing di atas kastil emas.

Tentu saja, patung kucing tersebut tidak akan membiarkan Dan dengan mudah untuk mendekatinya, kedua matanya bersinar merah dan kemudian cahaya merah meluncur cepat menuju arah Dan, akan tetapi sebelum cahaya itu mengenainya, Dan bermanuver dengan memutar tubuhnya hingga cahaya itu hanya menyentuh udara kosong saja.

“Ini tidak akan sama seperti sebelumnya!” 

Patung kucing tidak senang karena lagi-lagi Dan mampu menghindari serangannya, dia kembali menembakan cahaya merah dari matanya menuju Dan, akan tetapi serangan itu lagi-lagi hanya menyentuh udara kosong. 

Setelah sampai di jarak yang ideal, Dan menciptakan sebuah busur panah dari api hitamnya lalu menembakannya menuju arah patung kucing. Namun, serangan itu dengan sangat mudah di halau patung kucing menggunakan cahaya merah dari matanya.

“Yah, ini tidak akan semudah itu ya.”

Dan menembakan panah secara berturut-turut menuju patung kucing, akan tetapi seperti sebelumnya, patung kucing dengan sangat mudah menghancurkan serangan tersebut dengan cahaya merah dari matanya.

Dan membanting panah ke tanah dengan kesal. “Sial! Merepotkan sekali.”

Kemudian Dan terbang cepat mendekati patung kucing lagi, akan tetapi kali ini penerbangannya sangat sulit karena semakin dekat dia dengan patung kucing, semakin sedikit waktunya untuk bisa menghindari serangan cahaya merah patung kucing tersebut.

Akhirnya, Dan dibuat ke dalam posisi dia tidak mampu untuk menghindarinya lagi, tapi beruntungnya Dan mampu menciptakan perisai api untuk menahan serangan itu untuk sejenak dan memberinya waktu untuk menghindar.

“Kau benar-benar menjengkelkan!”

Dan menghilangkan sayap api dari pundaknya dan turun ke tanah, tapi tidak lama kemudian dia meluncur cepat menuju arah patung kucing. Sebuah pergerakan yang sangat tidak terduga dari Dan. Tidak butuh waktu lama Dan sampai tepat di depan patung kucing tersebut lalu dengan tinjunya yang telah dilapisi api hitam, Dan menghantam kepala patung kucing itu.

Patung kucing tersebut retak dan tidak lama kemudian hancur berkeping-keping.

“Heh, pada akhirnya kau hanya patung!”

Apa yang Dan lakukan sebelumnya hingga dia mampu mendekati patung kucing tersebut adalah dia menggunakan semacam pendorong menggunakan api hitam pada kedua kakinya, dengan pendorong tersebut Dan bisa meluncur cepat mendekati patung kucing itu dalam hitungan detik saja. Namun, meskipun begitu Dan hanya bisa bergerak lurus menggunakan strategi ini, jadi tidak akan berguna di kondisi tertentu.

Di sisi lain, Danny berlari menuju kastil lalu menembakan pistolnya menuju pintu kastil. Pistol yang menggunakan peluru dari api hitam tersebut dengan mudahnya menghancurkan pintu kastil tersebut.

Danny memasuki kastil dan tidak melihat siapa pun di sana. Dia melirik ke kiri dan kanan tapi tetap tidak menemukan siapa pun di sana. Juga, terdapat banyak pintu yang tidak mungkin Danny telusuri satu persatu.

Bang! Bang! Bang! Bang! Bang!

Menggunakan pistol, Danny berlari seraya menembak pintu menggunakan pistol di tangan kanan dan kirinya. Dia bisa meakukan hal ini karena G2 Combat dirancang menggunakan singgle action, yang artinya hentakan akibat letusan peluru terasa lebih halus. Juga, Pistol G2 Combat ini memiliki pengunci pelatuk dua sisi yang artinya bisa digunakan baik dengan tangan kanan ataupun kiri. 

Pintu yang Danny tembak hancur, tapi apa yang dia lihat sangat mengejutkannya. Di dalam ruangan itu terdapat manusia yang menggunakan kalung, seperti hewan peliharaan.

Manusia di dalam ruangan keluar dengan mata yang kosong dan segera menyerang Danny. Tanpa pikir panjang Danny langsung menembak siapa saja yang mencoba menyerangnya. Setelah terkena serangan dari Danny, mereka langsung berubah menjadi bulu dan hangus terbakar.

Dari ruangan lain, pintu terbuka dan banyak manusia-manusia lain berlari menuju arah Danny dan menyerangnya.

Bang! Bang! Bang! Bang! Bang!

Danny berhasil menembak manusia-manusia itu dan membakarnya habis. Namun, seakan tidak ada habisnya, pintu lain terbuka dan banyak manusia-manusia dengan kalung seperti hewan peliharahan menyerbu Danny.

Bang! Bang! Bang! Bang! Bang!

Meskipun berhasil menghanguskan banyak manusia yang mencoba menyerangnya, tapi tetap saja Danny tidak mampu untuk menghadapi mereka semuanya. Tanpa pilihan lain, Danny akhirnya memilih untuk kabur seraya sesekali menyerang mereka.

“Ha ha ha, pemandangan yang sangat hebat!”

Danny melirik ke arah suara tersebut dan melihat kucing hitam berdiri di lantai dua seraya melipat kedua tangannya di depan dadanya. 

“Di sana kau rupanya.” Danny melirik ke sekeliling untuk mencari tangga, tapi tidak menemukannya.

“Ha ha ha, kau tidak akan bisa kemari, bertarunglah dengan manusia-manusia lain seperti yang biasa kalian lakukan!”

“Sial!” 

“Bukannya ini yang biasa kalian lakukan, tanpa peduli siapa pun itu, kalian akan menyerang dan melukainya, tanpa peduli apa yang lain rasakan, kalian akan berbuat semaunya. Nikmati semua ini, karena ini adalah hobi kalian, bukan.” Ucap Kucing hitam dengan senyum yang mengerikan.

Bang! Bang! Bang! Bang! Bang!

Danny menembak manusia-manusia yang mencoba menyerangnya, akan tetapi karena terlalu terburu-buru salah satu peluru hanya mengenai kakinya dan itu tidak membuatnya hangus seperti yang lainnya.

Kembali ke tempat Dan, patung kucing yang hancur berkeping-keping menjadi cair lalu kembali membentuk banyak patung kucing dengan ukuran yang lebih kecil. Setelah itu, patung-patung kucing itu kembali menembakan cahaya merah dari matanya.

Karena terlalu banyak serangan yang datang ke arahnya, Dan tidak punya pilihan selain kabur dari sana. Namun, tanpa disangka, sebuah sayap tercipta di pundak masing-masing patung kucing dan dengan segera mereka terbang mengejar Dan.

“Sialan! Kalian benar-benar merepotkan!” 

Dan membentuk api hitamnya menjadi cambuk dan menyerang patung kucing yang terbang mendekatinya. Dengan hanya satu cambukan, patung kucing yang terkena serangan cambuk dari Dan langsung hancur berantakan, tapi tidak lama kemudian pecahan tersebut menjadi cair lalu membentuk patung kucing dengan ukuran yang lebih kecil.

“Sial! Dia mirip monster menjijikan waktu itu.” Seru Dan lalu tidak lagi menyerangnya, dia memilih untuk terbang pergi.

Monster menjijikan yang Dan maksud adalah raksasa ketika berada di dunia jiwa Alice. Mahluk raksasa itu terus bertambah bahkan ketika kau mengahancurkannya, tidak jauh berbeda dari patung kucing yang saat ini dia hadapi.