Episode 65 - Aku Pasti Akan Menyelamatkanmu


Setelah bangun dan istirahat semalam, akhirnya Dan diperbolehkan pulang. Sejak awal hingga bangun, para dokter tidak tahu apa yang terjadi, jadi mereka hanya berkata bahwa apa yang dialami oleh Dan sebagai gelaja kelelahan.

Dan pulang bersama ibunya dan Alsiel yang turut membawa pakaian kotor milik Dan. Setelah sampai di rumah, mereka makan masakan spesial buatan Ibu Danny. Setelah itu, Ibu Danny langsung buru-buru pergi ke tempat kerjanya, meninggalkan Dan bersama Alsiel.

“Apa saja yang kau lakukan selama ini?” tanya Dan pada Alsiel.

Segera, Alsiel langsung duduk dengan satu kaki di depan Dan seraya menundukan kepalanya, “Maafkan aku yang tidak berguna ini Tuan, bukan maksudku untuk tidak mencarimu, tapi aku...”

“Tunggu, tunggu, tunggu.” Dan memotong ucapan Alsiel. “Aku perjelas, aku ini hanya ingin tahu, bukan marah padamu.”

“Ah ... maafkan aku yang terlalu bodoh ini Tuan.” Sekali Lagi Alsiel menundukan kepalanya.

“Hah.” Dan mengela nafas melihat tingkah Alsiel yang masih sama seperti dulu, terlalu formal, atau mungkin karena dia yang sudah terlalu lama berada di dalam tubuh Danny sehingga tak terlalu memedulikan hal-hal formal seperti itu lagi.

Akhirnya Alsiel menceritakan pada Dan apa saja yang telah dia lalui selama 6 tahun ini, mulai dari dia membalas budi kepada pemilik tubuh sebelumnya hingga dia yang terus mengelilingi kota dengan sepeda motor sembari menyantap semua hidangan yang ada dan mencari keberadaan Dan.

Dan bertanya kepada Alsiel apakah dia telah bertemu dengan yang lainnya, akan tetapi jawaban Alsiel membuat Dan kecewa, karena Alsiel belum bertemu dengan mereka, entah karena mereka tidak bisa menggunakan kekuatannya seperdi Dan pada awalnya atau karena lokasi mereka yang terlalu jauh sehingga Alsiel tidak mampu merasakan keberadaan mereka.

Setelah puas mengobrol, akhirnya Dan menyuruh Alsiel untuk sementara tinggal di rumah Rito, karena semenjak nenek Rito meninggal, Rito telah menghilang entah kemana dan hanya meninggalkan sepucuk surat untuk Danny yang sampai saat ini masih belum dibuka oleh Dan.

Kemudian Dan pergi bersama Alsiel ke perguruan bela diri Iblis Merah, tempat dimana Angel berlatih. Sebenarnya Dan ingin pergi sendiri, tapi Alsiel bersikeras untuk ikut, karena dia khawatir akan ada hal buruk yang terjadi pada Dan.

Tidak butuh waktu yang lama, akhirnya Dan bersama Alsiel tiba di tempat tujuan, jaraknya cukup jauh, tapi karena mereka berangkat menggunakan sepeda motor milik Alsiel, jadi mereka bisa menghemat banyak waktu.

Dan akhirnya kembali ke tempat ini lagi, tempat dimana dia terakhir kali bertarung hingga akhirnya tak sadarkan diri beberapa hari karena luka hantaman di kepalanya yang kini entah sudah pergi kemana. 

Bangunan besar berwarna merah itu sangat mecolok dari semua bangunan di sekitar, jadi tidak sulit untuk Dan menemukannya.

Tanpa ragu, Dan berjalan masuk ke dalam diikuti oleh Alsiel yang setia mengekor Dan di belakangnya. 

Lorong demi lorong mereka berdua telusuri, hingga akhirnya mereka tiba di depan sebuah pintu yang lebih besar dari yang lainnya. Dari dalam pintu tersebut terdengar suara berisik orang-orang yang sedang berlatih bela diri. Benar, itu adalah ruang latihan.

Dan dengan santai membuka pintu tersebut. Suara berdecitnya membuat semua orang yang berlatih terhenti untuk sejenak dan langsung mengalihakan pandangan ke pintu. Satu pasang mata memandang Dan dengan antusias, kemudian pemilik mata indah tersebut langsung bergegas mendekati Dan.

“Kau sudah baik-baik saja? Kenapa tidak beristirahat lagi, kau baru saja siuman kemarin.” Dengan cepat Angel berkata pada Dan.

“Aku sudah baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir.” Balas Dan.

“Oh, ya, kebetulan sekali kau datang kemari, maukah kau...”

Angel belum menyelesaikan semua ucapannya, tapi langsung dipotong oleh Ayahnya.

“Apa yang kau mau? Kenapa kau datang kemari?” tanya Ayah Angel dengan suara yang keras.

Kebanyakan orang akan ciut nyalinya setelah mendengar apa yang Ayah Angel katakan, tapi tidak untuk Dan, dia dengan percaya diri maju menghampiri Ayah Angel kemudian berkata, “Biarkan aku bergabung di sini.”

“Benarkah? Kau ingin bergabung?” tanya Angel dengan bahagia.

“Diam dulu.” Ucap Ayah Angel pada putri kesayangannya. Ayah Angel melihat Dan dengan saksama lalu berkata, “baiklah, kau boleh bergabung, tapi aku punya beberapa sarat untukmu.”

“Hah? Kenapa harus ada syarat?” tanya Angel pada ayahnya.

“Sudah kubilang kamu diam dulu.” Ayah Angel berkata seraya menatap Angel dengan sedikit melotot.

Angel langsung cemberut setelah mendengar apa yang ayahnya katakan, akan tetapi dia tidak berani untuk membantahnya.

“Katakan apa syaratnya?” tanya Dan.

“Baiklah, syaratnya sangat mudah, kau hanya harus mengalahkan beberapa orang pilihanku.” Jelas Ayah Angel.

Dan mengerutkan dahinya lalu bertanya, “Berapa totalnya?”

“20 orang.” Ucap Ayah Angel dengan santainya.

“Ayah!” teriak Angel kepada Ayahnya. Dia tidak bisa terima dengan syarat itu, karena meskipun dia merasa Dan memiliki potensi untuk menjadi ahli bela diri yang sangat hebat di masa depan, tapi untuk sekarang Dan masih belum bisa menghadapi 20 orang secara berturut-turut.

“Tidak masalah, cepat panggil mereka semua.”

“Hah?” Angel dan Ayahnya secara kompak terkejut dengan apa yang Dan katakan. Sepertinya ada kesalahpahaman antara mereka, apa yang Ayah Angel maksudkan adalah Dan harus melawan 20 orang secara berurutan, satu melawan satu, tapi apa yang Dan tangkap adalah dia harus melawan 20 orang secara sekaligus.

“Tunggu Tuan, biarkan aku saja yang melawan mereka, kau tidak perlu repot-repot mengotori tanganmu.” Ucap Alsiel secara tiba-tiba.

“Tidak, biar aku saja.” Ucap Dan pada Alsiel.

“Tunggu, bagaimana kalau kita berdua saja, aku juga ingin bergabung di sini.” Ucap Alsiel lagi. 

Alsiel ingin ikut bertarung bersama Dan, akan tetapi ketika pertarungan dimulai nanti, dia akan mengalahkan mereka semua sekaligus agar Dan tidak perlu bertarung melawan mereka, semua ini dia lakukan untuk keselamatan Dan. 

Alsiel berpikir, dengan hanya tubuh manusianya, Dan mungkin akan terluka, jadi dia akan menggunakan kekuatannya untuk mengalahkan mereka semua dengan cepat.

“Tunggu, tunggu, tunggu, apa yang kalian berdua bicarakan?” tanya Angel dengan bingung.

“Hahaha, menarik, sangat menarik,” Ayah Angel menarik senyum dengan lebar kemudian kembali berkata, “bagus, kalian berdua akan melawan 20 orang pilihanku, jika kalian mampu mengalahkan mereka semua, aku akan membiarkan kalian bergabung di perguruan bela diriku.” Ucap Ayah Angel dengan semangat. 

Sebenarnya, Ayah Angel pasti akan membiarkan mereka berdua bergabung jika saja mereka mampu mengalahkan setengahnya. Namun, dia tidak mengatakannya.

“Ayah, kenapa kau berkata seperti itu?” tanya Angel kepada Ayahnya dengan geram.

“Mereka berdua yang meminta, lagipula ini pasti akan lebih menarik.” Jawab Ayah Angel.

“Ya ampun, para pria memang tidak masuk akal.” Angel berkata seraya menggelengakan kepalanya.

Tidak butuh waktu lama akhirnya 20 orang pilihan Ayah Angel telah berdiri dengan bangga di arena pertarungan. 5 orang pria, dan sisanya adalah wanita. Wajar saja, mayoritas mereka yang bergabung di perguruan bela diri ini adalah wanita, jadi ini bukanlah hal yang aneh. Namun, jangan pernah remehkan mereka, atau kau akan merasakan pahitnya kekalahan, karena mereka tidak layak untuk kau pandang sebelah mata.

“Sebelumnya aku mau bertanya, siapa nama temanmu itu?” tanya Ayah Angel.

“Perkenalkan, namaku Alsiel, pelayan setia Tuan Lu-“

Belum selesai Alsiel memperkenalkan diri, Dan langsung memotongnya, “Dia Alsiel, temanku.”

“Alsiel, kah? Baik, kalau begitu pertarungan akan dimulai, apakah kalian semua siap?” tanya Ayah Angel seraya menatap orang-orang pilihannya.

“Siap!” teriak mereka semua dengan kompak.

Ayah Angel menoleh ke bagian arena pertarungan yang lainnya.

“Bagaimana dengan kalian berdua?”

Dan menjawab pertanyaan Ayah Angel dengan anggukan ringan, begitu juga Alsiel.

“Baiklah, ingat ini sebelum bertarung, di arena pertarungan ini kalian semua adalah musuh, jadi tidak masalah jika kalian ingin melukai satu sama lain, tapi ingat, jangan pernah mencoba membunuh, kalian semua tidak punya hak untuk nyawa setiap orang di bumi ini.” Ayah Angel berkata dengan keras. “Baiklah, pertarungan dimulai.”

Dengan cepat semua orang pilihan Ayah Angel langsung menerjang maju menuju Dan juga Alsiel.

“Jangan terlalu mencolok ketika menggunakan kekuatanmu.” Ucap Dan dengan pelan pada Alsiel di sampingnya, kemudian dia memasukan tangannya ke dalam saku dan berdiri dengan santai.

“Baik Tuan.” Jawab Alsiel dengan patuh lalu maju menghadapi mereka semua.

Pada awalnya Dan ingin bertarung melawan mereka semua sendiri, tapi dia berubah pikiran, dia ingin melihat seberapa kuat Alsiel saat ini.

Namun, semua berjalan seperti yang telah Dan pikirkan sejak awal, dengan kekuatannya Dan mampu mengalahkan mereka semua dengan mudah. Tidak ada sedikitpun keraguan, meskipun dengan tubuh manusianya, Alsiel lebih kuat dengan kekuatan yang dimilikinya.

Semua dari mereka sama, meskipun tidak ada luka bakar di tubuh mereka, tapi mereka merasa tempat yang terkena serangan Alsiel terasa panas, seperti terbakar api.

Tidak ada yang menyadarinya kecuali Dan, saat pertarungan tadi, Alsiel melapisi tinjunya dengan kekuatan apinya, jadi meskipun serangannya tidak seberapa, tapi hasil dari serangan itu akan sangat mematikan.

“Menakjubkan.” Gumam Ayah Angel dengan pelan. Kemudian dia melangkah cepat menuju Alsiel dan memegang kedua pundaknya. “Bagus, bagus sekali, kau diterima di sini.” 

Alsiel melepas pegangan tangan Ayah Angel pada pundaknya lalu mengangguk pelan, dia mengangap apa yang baru saja terjadi biasa saja.

Dan tersenyum kecil lalu melangkah maju lalu berkata, “Kerja bagus.” 

“Terima kasih Tuan.” Jawab Alsiel dengan penuh hormat.

Ayah Angel sangat bingung dengan situasi ini, dia merasa bahwa Alsiel jauh lebih kuat ketimbang Dan. Namun, kenapa Alsiel menyebut Dan sebagai Tuan? Tapi, dia tidak terlalu memusingkan masalah ini, karena yang terpenting adalah perguruan bela diri ini mendapat 2 orang yang kuat. Jadi, memenangkan turnamen tahun ini tidak akan menjadi masalah yang sulit.

Di lain pihak, Dan merasa senang, dengan begini dia akan memiliki tempat dan orang-orang yang akan menjadi tempat dia melatih kekuatannya, dia ingin sesegera mungkin bisa mengontrol kekuatannya dan menyelamatkan Danny.

“Tidak akan lama lagi, aku pasti akan menyelamatkanmu,” gumam Dan pelan.