Episode 64 - Persiapan Selesai


“Jadi, sekumpulan orang bodoh itu tidak mau ikut dalam permainan, ya. Baiklah, aku tidak peduli, aku bisa mengandalkan sekumpulan orang bodoh lainnya untuk melakukan rencana ini.”

Jessica berjalan menuju sofa dan duduk di atasnya. Kemudian dia menyilangkan kakinya dan meraih sebuah kotak berwarna hitam dari atas meja di depannya. Dengan santai Jessica meraih sepuntung rokok dari dalam kotak tersebut. 

Sebenarnya Jessica bukanlah seorang perokok, tapi entah kenapa hari ini dia ingin mencobanya.

Dengan perlahan Jessica memasukan ujung rokok ke mulutnya. Bibirnya yang indah mengapit ujung rokok tersebut dan membuat dia terlihat sangat menggoda. Jessica mengambil korek di atas meja dan membakar ujung rokok lainnya.

Api membakar ujung rokok tersebut dan beberapa saat kemudian asap mulai melayang bebas di udara. Jessica perlahan menghisap rokok tersebut dan terbatuk dengan keras.

“Uhuk ... uhuk ... uhuk.”

Bagi Jessica yang baru pertama kali merasakan asap rokok yang mengalir dengan bebas di dalam tubuhnya, rasanya sangat menyesakkan dan menyakitkan. Hanya dengan satu isapan tersebut, Jessica berjanji dalam diam untuk tidak lagi menyentuh rokok dalam hidupnya.

Jessica merasa heran dengan semua pria yang pernah mencoba mendekatinya, dengan bangganya mereka merasa hebat setelah menghembuskan asap dan berpose dengan rokok yang terbakar di mulutnya.

Apakah merokok benar-benar membuat orang menjadi lebih keren? Menurut Jessica itu sangat keliru. Rokok tidak membuatmmu jadi lebih keren, rokok adalah tanda bahwa kau lemah karena bahkan kau tidak mampu melawan candu.

Sebenarnya dia mencoba merokok hanya untuk iseng saja, sekaligus dia juga merasa penasaran dengan bagaimana rasanya merokok. Namun, Jessica langsung menyesal setelah mencobanya, merokok terasa lebih buruk dari apa yang dia pikirkan sebelumnya.

Tiba-tiba pintu di ketuk dari luar, segera Jessica mempersilakan orang tersebut masuk dan dari balik pintu tersebut, masuk seorang gadis dengan gaun berwarna kuning, dia adalah orang yang paling dipercaya oleh Jessica.

“Maaf mengganggu Bos, aku datang kemari untuk melapor.”

“Haha, saat kita sedang berdua seperti sekarang ini, kau bersikap seperti biasa saja.” 

“Hehe, baiklah.” 

Kemudian gadis dengan gaun kuning tersebut maju dan duduk di samping Jessica.

“Kau mau minum apa?” tanya Jessica dengan ramah.

“Haha, tidak perlu, aku tidak haus.” 

“Baiklah, jadi bagaimana persiapannya?” 

“Semuanya selesai, aku sudah melakukan apa saja yang kau perintahkan.”

“Bagus,” Jessica mendekatkan tubuhnya ke arah gadis bergaun kuning tersebut dan melanjutkan kata-katanya di samping telinganya, “kau memang selalu dapat aku andalkan.”

Gadis bergaun kuning tersebut mundur dengan malu-malu setelah mendengar apa yang Jessica katakan, pipinya yang awalnya berwarna putih kini telah memerah, dan degupan jantungnya menjadi semakin berantakan.

“Kenapa kau menghindar dariku?” tanya Jessica dengan nada menggoda.

“Kumohon, hetikan, jangan melakukan itu padaku lagi.” 

“Haha, maaf, maaf, habis kau terlihat sangat imut saat malu seperti ini.” 

“Ya ampun, tolong jangan permainkan aku.”

“Iya, iya, aku tidak akan melakukan itu lagi dalam waktu dekat ini.”

“Hah? Berarti ada kemungkinan kau akan melakukannya lagi dimasa depan?”

“Entahlah, siapa yang tahu.”

Setelah puas bercanda, akhirnya Jessica kembali ke mode serius. Dengan suara yang tenang seperti air sungai yang mengalir dia bertanya.

“Jadi, bagaimana respon dari mereka?”

“Mereka merespon positif dan mereka bilang bahwa rencana ini akan lebih baik jika dilaukan secepatnya.”

“Bagus, respon dari segerombolan serigala bodoh itu pun sangat bagus, tapi sayangnya gerombolan pria bodoh yang satunya tidak mau ikut dalam permainan ini.”

“Jadi bagaimana? Apakah kita harus melakukan rencana tambahan agar mereka mau ikut dalam permainan?”

Jessica melambaikan tangannya dan berkata, “Tidak perlu, lagipula kekuatan mereka tidak seberapa, jadi tidak akan masalah meskipun mereka tidak ikut. Gerombolan serigala itu sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan si naga yang kurang ajar itu.”

“Jadi, kapan tepatnya rencana ini akan dilakukan?”

“Besok.”

“Hah? Secepat itu, aku belum memberitahukan yang lain untuk rencana ini.”

“Tidak perlu, cukup akku sendiri saja.”

“Tapi...”

Jessica menghentikan gadis bergaun kuning tersebut untuk mengatakan apapun dengan jari telunjuknya. “Kau tidak perlu khawatir, aku tidak akan apa-apa, lagipula memangnya kkau ingat kapan rencana yang telah aku susun gagal?”

Menurut ingatan gadis bergaun kuning tersebut, semua rencana yang telah Jessica pikirkan selalu berjalan dengan sukses, tidak ada satu pun yang gagal, jadi dia akhirnya percaya bahwa tidak akan ada hal buruk yang terjadi pada Jessica.

Namun, untuk beberapa alasan gadis bergaun kuning tersebut merasakan firasat buruk. 

“Setidaknya bisakah kau membiarkan aku ikut?”

“Tidak perlu, kau tetap di sini saja, biark aku yang urus semuanya.”

“Baiklah kalau begitu.” 

Meskipun gadis bergaun kuning berkata begitu. Namun, dia bertekad untuk mengikuti Jessica secara diam-diam dalam rencana besok. Bukan karena dia tidak percaya pada Jessica, tapi karena dia mengkhawatirkan Jessica.

***

“Bos, Jessica telah mengkonfirmasi, rencana itu akan di adakan besok.”

Nino tersenyum simpul lalu berkata, “Bagus, kumpulkan semua pasukan kita.”

“Baik Bos.” Ucap Ren lalu bergegas pergi.

“Tunggu dulu.” Cegah Nino cepat.

“Apakah ada perintah lain Bos?” tanya Ren dengan hormat.

“Tidak ada, aku hanya ingin bertanya tentang rencana ini, apakah Jessica ada memberitahu apakah gerombolan orang bodoh itu akan ikut atau tidak?”

“Maaf Bos, aku lupa melaporkannya, dari apa yang Jessica katakan, mereka tidak akan ikut dalam rencana ini.” Jelas Ren.

“Hmm, baguslah kalau begitu, lagipula kita tidak butuh mereka untuk melakukan rencana ini.”

“Benar Bos, geng Serigala Hitam kita sudah cukup untuk menyelesaikan rencana ini.”

“Haha, kau benar, maka cepat pergi dan selesaikan semua persiapan.”

“Baik Bos, maka aku mohon undur diri.”

Setelah Ren pergi meninggalkan ruangan, Nino langsung berdiri dan berjalan menuju lemari yang berada di pojokan. Dengan percaya diri Nino membuka lemari besar berbahan kayu tersebut. Di dalamnya terdapat banyak pakaian, tapi ada satu kesamaan, mereka semua berwarna hitam.

Dengan begitu liar Nino mulai mengeluarkan semua pakaian di dalam lemari tersebut. Semuanya di lemparkan dan membuat semua pakaian tersebut layaknya kegelapan yang menutupi seluruh lantai. Setelah semua pakaian selesai di keluarkan, Nino langsung membuka ruang rahasia yang berada di dalam lemari. Di dalam ruangan tersebut terdapat sepasang pakaian berwarna hitam juga, akan tetapi yang ini lebih spesial.

“Haha, pakaian terbaik untuk besok sudah siap.” Ucap Nino seraya memegang pakaian tersebut dengan hati-hati. 

Nino berbalik dan melihat semua pakaiannya yang berantakan, dia mengerutkan keningnya dan langsung berjalan keluar. Nino tidak tahan melihat pakaiannya yang berantakan, dia akan memanggil anak buahnya untuk merapikan semua kekacauan tersebut.

***

“Jadi, besok kau akan menyerahkan senjata yang kau janjikan itu?” tanya Dragon pada orang di seberang telepon.

“Ya, nanti alamatnya akan aku kirimkan.” 

Sebuah suara wanita yang sangat meggoda membalas, yang tidak lain dan tidak bukan adalah suara dari Jessica.

“Bagus, bagus, bagus,” Dragon menyunggingkan senyumnya lebih tinggi lalu kembali berkata, “seperti yang diharapkan, kau memang sangat bisa diandalkan.”

“Hehe, kau terlalu memujiku.” Ucap Jessica seraya terkekeh pelan.

“Tidak, tidak, tidak, kau memang pantas dengan pujian itu.” Ucap Dragon dengan semangat. 

Sambil menelpon, Dragon juga membayangkan jika akhirnya dia bisa menaklukan Jessica, dia pasti akan memperlakukannya dengan sebaik mungkin, mungkin hingga beberapa minggu. Jika Dragon sudah bosan, maka dia pasti akan membuangnya dan menggantikannya dengan yang baru.

“Baiklah, kalau begitu aku terima pujianmu itu, terima kasih.”

“Haha, tidak perlu berterima kasih,” Dragon membenarkan posisi duduknya lalu kembali berkata, “besok aku akan kirim anak buahku untuk mengambil semua senajata itu.”

“Apa? Kenapa?” tanya Jessica dengan cepat.

“Apanya yang kenapa?” tanya Dragon dengan senyum simpul di wajahnya.

“Tidak, maksudku, kenapa tidak kau saja yang memeriksanya? Bukankah itu lebih baik.” Jelas Jessica dengan nada suara yang normal lagi.

“Hmm, aku percaya denganmu, aku juga percaya dengan para bawahanku, jadi tidak masalah jika bukan aku yang datang.” Ucap Dragon dengan tegas.

Jessica berpikir sejenak lalu berkata, “Tentu saja aku tidak akan mengkhianatimu, aku juga tahu bahwa bawahanmu sangat loyal, tapi apakah kau yakin tidak akan menyesal?”

“Maksudmu?” tanya Dragon dengan antusias.

“Asal kau tahu saja, setelah semuanya selesai besok, aku tidak punya rencana lain,” ada jeda sejenak lalu Jessica kembali berkata, “kau tahu apa yang aku maksud, kan?”

Sontak saja Dragon langsung berdiri dan berkata dengan penuh semangat, “Hahaha, baiklah, baiklah, kalau begitu aku pasti akan datang, kau tidak perlu khawatir, aku pasti akan datang.”

“Hehe, aku menunggumu.” Ucap Jessica dengan hangat lalu memutuskan hubungan telepon.

Setelah telepon itu, raut wajah Jessica langsung suram, dia menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya. Setelah itu dia langsung berdiri dari atas sofa dan berjalan keluar kamarnya. Dia ingin mencari seseorang dan menggodanya, untuk mengobati suasana hatinya yang sedang buruk.

Sementara itu, Dragon tertawa terbahak-bahak untuk beberapa saat lalu kembali duduk dengan tenang di atas sofanya.

“Suruh mereka berdua datang kemari.” Perintah Dragon pada bawahannya.

“Baik Bos.” Jawabnya dengan patuh lalu bergegas pergi.

Dragon berjalan santai ke dekat jendela, dia membuka kain yang menutup jendela dan membuka jendela. Angin dingin berhembus dan menyegarkan tubuh Dragon. Dia melihat ke sekelilin malam ini, semuanya gelap, inilah alasan kenapa Dragon sangat menyukai malam, karena walaupun kegelapan menyelimuti semuanya, tidak ada yang mempermasalahkannya. Karena ini adalah kehendak dari sosok paling kuat, yaitu sang pencipta.

Karena itu, Dragon selalu terobsesi dengan kekuatan, dia akan melakukan apapun untuk mendatpakan kekuatannya, karena dengan kekuatan itu dia akan mampu melakukan apapun. 

Di dunia saat ini, kekuatan paling hebat adalah uang, dengan uang Dragon dapat mendapatkan apapun. Jadi, dia tidak peduli dengan apapun caranya, selama dia mendapatkan apa yang dia mau.

Tiba-tiba pintu terbuka dan dua orang gadis dengan pakaian yang minim masuk ke dalam kamar Dragon. Setelah kedua gadis itu masuk, pintu kamar langsung ditutup kembali.

Malam ini, Dragon akan memuaskan dirinya dengan mereka berdua lalu membuangnya, karena dia sudah memiliki target baru, yaitu Jessica.

Dragon tahu, Jessica akan mengkhianatinya. Karena tanpa Jessica sadari, ada alat penyadap di restoran yang telah Dragon pasang. Namun, dengan ceroboh Jessica membahas rencana mereka di sana. Karena itu, Dragon akan menunjukan apa konsekuensi yang akan Jessica dapatkan karena berniat menjebaknya. Dragon juga akan menunjukan, seperti apa kekuatan sebenarnya dari geng Naga Emas pada semua orang.

Besok malam, akan menjadi malam yang panjang dan mendebarkan.