Pendekar Sial

6.577

Genre Aksi

Pengarang Saktiwijaya Rahman

Illustrator

Penyunting

Hikram, seorang pesilat kawakan yang senang mengonsumsi minum-minuman keras untuk menenggelamkan kenangan-kenangan pahitnya sedang mengembara tak tentu arah. Sejauh ini perjalanannya berlangsung lancar, bahkan bisa dibilang menyenangkan sebelum sang putri kaisar sendiri menghadang jalan, menuntut untuk dijadikan murid.
Walaupun diiringi dengan keluh-kesah, Hikram akhirnya setuju untuk mengizinkan Sidya, si putri yang masih bocah itu turut serta dalam petualangannya.
Sementara itu, isu akan dilancarkannya perang di utara kian lama kian santer terdengar, sementara Hikram yang tak begitu peduli malah nekat memasang tujuan untuk ke utara, tak lain hanya karena ingin minum anggur selundupan yang hanya bisa masuk dari wilayah tersebut. Setelah melalui berbagai rintangan termasuk rampok misteri...
Selengkapnya..Hikram, seorang pesilat kawakan yang senang mengonsumsi minum-minuman keras untuk menenggelamkan kenangan-kenangan pahitnya sedang mengembara tak tentu arah. Sejauh ini perjalanannya berlangsung lancar, bahkan bisa dibilang menyenangkan sebelum sang putri kaisar sendiri menghadang jalan, menuntut untuk dijadikan murid.
Walaupun diiringi dengan keluh-kesah, Hikram akhirnya setuju untuk mengizinkan Sidya, si putri yang masih bocah itu turut serta dalam petualangannya.
Sementara itu, isu akan dilancarkannya perang di utara kian lama kian santer terdengar, sementara Hikram yang tak begitu peduli malah nekat memasang tujuan untuk ke utara, tak lain hanya karena ingin minum anggur selundupan yang hanya bisa masuk dari wilayah tersebut. Setelah melalui berbagai rintangan termasuk rampok misterius dan hutan mistis penuh hewan mengerikan, mereka sampai ke Setrasutra, tempat dulu mendiang guru Hikram tinggal sebelum melanjutkan perjalanan sekali lagi. Di tengah jalan, Hikram dan Sidya bertemu dengan Royan, seorang pemuda yang menjadi korban dari kebiadaban perampok.
Tak ingin meninggalkan si pemuda dalam penderitaan, ditambah dengan desakan dari Sidya, Hikram mengangkat Royan sebagai muridnya yang kedua.
Perjalanan mereka pun berlanjut, menuju ke utara dan daerah sekitarnya, menemukan petualangan-petualangan baru yang membuat ikatan mereka bertiga melebihi ikatan dari guru dan murid semata. Hung, seorang Ahli Hukum dari Istana yang ditugaskan untuk mencari Sidya selalu berada selangkah dibelakang mereka bertiga.
Setelah perang yang dikabarkan benar-benar meletus, Hikram serta kedua muridnya terlibat dalam sebuah pertempuran besar yang tak bisa mereka hindari. Ketiganya kemudian terpisah menuju takdir masing-masing.
Takdir Sidya adalah menemukan, bahwa walau ia mendamba kebebasan layaknya camar, ia tetaplah sang putri kaisar yang memiliki tanggung jawab besar. Takdir Royan adalah menemukan, bahwa ia memang patut untuk dihormati karena kerja kerasnya, kali ini dibawah naungan orang-orang yang menyerang kampung halamannya, yang dipimpin oleh paman Sidya sendiri. Takdir Hikram adalah menemukan, bahwa berapa jauhpun ia mengembara, kenangan akan mengejarnya lagi dan lagi, sementara ia harus menghadapi kenyataan bahwa kedua tinjunya yang keras pun tak dapat melindungi kedua murid yang nantinya akan saling serang sebagai akibat dari perang yang berlarut-larut.