Episode 15 - Terlalu kuat


Fafnir merasa marah karena Focarol yang terus-menerus berhasil menghindari serangannya. Dia tidak pernah dipermalukan seperti ini sebelumnya dan benar-benar tidak bisa mentolerir hal ini. Dia berdiri gagah dan melihat ke sekitar ruangan, menatap mayat para pasukan yang telah mati dan tanpa basa-basi mulai menelannya. Ini dia lakukan untuk membuat energinya kembali lagi, seperti sebelum dia disegel.

Focarol melihat pemandangan Fafnir menelan pasukannya dengan emosi yang campur aduk. Dia marah, sedih, dan ngeri.

“Naga jelek, kau sunguh menjijikan. Memakan mayat yang telah mati, apa kau tidak malu dengan reputasimu, dasar kadal raksasa!” teriak Focarol sambil menatap tajam Fafnir.

“Dasar iblis bodoh, mulutmu itu sepertinya tidak pernah diajari tata krama!” Fafnir merasa marah dengan apa yang dikatakan oleh Focalor. Sebelumnya, tidak ada yang berani mengejeknya.

Mendengar balasan Fafnir, Focarol tanpa ragu berkata, “Tentu saja, apakah kau bodoh? Lagi pula aku ini adalah iblis, bukan malaikat!” 

“Hmm ... benar juga.” Ucap Fafnir lalu menelan bagian terakhir dari mayat pasukan Focarol.

Fafnir menyerap energi dari mayat yang telah dimakannya, dia merasakan sedikit energinya telah pulih, tapi tentu saja masih jauh untuk kembali ke kondisi terbaiknya, ini karena para pasukan Focarol tidak memiliki banyak energi. 

“Iblis bodoh, merasa banggalah, karena aku, Fafnir, sang naga terkuat bersedia memintamu untuk menjadi sumber energi untukku. Cepat kemari dan jangan memberontak!” Fafnir berkata dengan rasa bangga dan percaya diri. Auranya sangat mengerikan hingga membuat Focarol sedikit gentar.

Namun, Focarol tidak akan menuruti apa yang Fafnir katakan. Meskipun jauh di dalam lubuk hatinya dia merasakan takut, dia tetap memberanikan diri untuk mempertahankan harga dirinya. Dengan lantang, dia berkkata “Dasar monster bodoh, kau pikir aku akan mengikuti perintahmu. Aku lebih baik masuk neraka daripada melakukan itu!” 

“Iblis bodoh, bukannya ini adalah neraka?” ucap Fafnir sambil menatap Focarol dengan prihatin dan raut wajah yang seperti bertanya-tanya, ‘apakah semua iblis sebodoh dia?’

“Ah? Benar juga.” Ucap Focarol sambil menepuk dahinya. Sebuah hal klise yang biasa orang lakukan ketika dalam keadaan seperti ini.

“Jika memang tidak bisa dengan cara mudah, maka aku akan menggunakan cara kasar!” Teriak Fafnir dengan sombong.

Di selimuti oleh aura yang mengerikan, Fafnir dengan cepat melesat menuju Focarol. Dia mendemonstrasikan kecepatannya yang sangat menakjubkan. Tidak butuh waktu lama, dia sudah berada di hadapan Focarol dan bersiap untuk melahapnya. 

Namun, Focarol tidak tinggal diam melihat hidupnya yang mungkin akan selesai setelah terkena gigitan dari gigi-gigi tajam Fafnir, dia dengan cepat membentangkan sayap griffin yang berada di pundaknya lalu terbang pergi. Dia menjadi salah seorang pemimpin pasukan bukan tanpa alasan.

Akan tetapi, dengan sangat licik, Fafnir mengibaskan ekornya untuk membuat serangan lainnya pada Focarol.

Focarol terkena serangan dari ekor Fafnir, dia terlempar dengan sangat keras hingga terluka parah. Darah mengalir dari ujung bibirnya dan dia merasa ada beberapa tulang di tubuhnya yang patah dan retak. Hanya dengan sebuah kibasan dia langsung masuk ke kondisi seperti itu, inilah keperkasaan dari sang naga terkuat, Fafnir.

Fafnir tersenyum jahat, menatap remeh Focarol, lalu mendekat dengan perlahan.

“Dasar iblis bodoh, inilah akhir bagimu!” ucap Fafnir dengan wajah yang sangat sombong. Baginya, kekuatan adalah hal terpenting di dunia, semua hal berada di tangan yang memiliki kekuatan paling besar, dan karena dia memiliki itu, dia pantas untuk sombong.

Focarol yang berada dalam kondisi sangat mengenaskan masih memiliki sedikit kesadaran, dia melihat wajah sombong Fafnir dan mengingat seseorang, merasa nostalgia, dia tersenyum lalu berkata, “Ini adalah hidupku, akulah yang memutuskan bagaimana akhir yang akan aku hadapi.”

Focarol menggerakan tangan kanannya lalu menusuk dada kirinya, darah segar keluar bersamaan dengan suara pekikan yang sangat keras, “Devil heart!”. Dia mengeluarkan tangannya dari dada dan tiba-tiba saja semua luka yang dialami olehnya sedikit demi sedikit lekas sembuh, matanya berwarna merah darah dan terlihat sangat menyeramkan. Dia juga merasakan kekuatan yang sangat melimpah mengalir dari dalam tubuhnya.

Fafnir merasa bingung dengan apa yang dilakukan oleh Focarol. Dia berpikir, ‘Apakah iblis ini menjadi semakin bodoh setelah terkena seranganku?’. Namun, dia akhirnya sadar, ternyata Focarol menusuk dadanya bukan tanpa alasan. Terbukti dengan luka-luka yang dideritanya langsung pulih dan kekuatannya juga menjadi lebih meningkat ketimbang sebelumnya. 

Fafnir dalam benaknya bertanya-tanya, ‘apa yang dilakukan oleh iblis bodoh itu?’

Apa yang dilakukan oleh Focarol adalah salah satu pilihan terakhir apabila mereka, para pemimpin pasukan, tidak memiliki cara lain untuk menghadapi musuhnya, yaitu devil heart. Dengan membuka segel yang berada di jantungnya, dia mendapatkan kekuatan yang berlipat ganda dan kemampuan regenerasi yang luar biasa, akan tetapi ini bukanlah satu-satunya cara untuk membuka segel itu, ada cara lain juga, tapi Focarol tidak bisa menggunakannya saat ini. 

Bukan hanya itu, dengan membuka segel, dia juga mendapatkan sebuah kekuatan khusus.

Setiap pemimpin pasukan memiliki kekuatan khusus masing-masing, dan yang dimiliki oleh Focarol adalah mengendalikan udara dan air. Dengan karakteristik seorang iblis, secara otomatis dia juga bisa mengendalikan api, jadi hanya butuh elemen tanah jika dia ingin menjadi Avatar. Baiklah, abaikan.

Aura api, air, dan angin berputar-putar mengelilingi Focalor yang dengan gagahnya membentangkan kedua sayapnya. Dia terbang rendah lalu menatap Focalor dengan sedikit percaya diri. 

“Sepertinya kau mengeluarkan jurus pamungkasmu.” Fafnir berkata sambil membalas tatapan Focalor dengan angkuh.

“Monster bau, aku yang sekarang tidak akan kalah darimu!” ucap Focalor. Dengan kekuatan anginnya, dia menarik sebuah pedang yang tergeletak di tanah, lalu dengan perlahan memasukan energinya ke dalam pedang tersebut.

“Hei iblis bodoh, aku adalah sang naga terkuat, Fafnir, bukan monster, kadal, atau apapun itu. jika kau memang seorang ksatria, setidaknya kau harus menghormati musuhmu!” Fafnir berkata dengan kesal.

“Tidak ada gunanya menghormatimu, lagipula, aku ini adalah seorang iblis!” Focarol berkata dengan cepat lalu terbang melesat menuju Fafnir. Dia sudah selesai menanamkan kekuatannya di dalam pedang biasa itu.

Kini pedang itu di lapisi dengan api merah yang kadang kala memercikan api biru. Kekuatannya menjadi lebih besar karena dibantu oleh energi dari angin. Focarol dengan cepat menyerang tubuh kokoh Fafnir, akan tetapi sisiknya yang sangat keras memantulkan serangan dari Focarol. 

Seekor naga memang seorang petarung veteran yang tercipta alami dengan sangat kuat, dia telah menjalani banyak pertempuran-pertempuran ganas dan mampu menahan serangan dengan bantuan sisik yang menyelimuti seluruh tubuhnya. 

“Haha, semua seranganmu tidak berguna untuk melawanku. Lebih baik kau menyerah dan dengan bangga menjadi sumber energiku.” Fafnir berkata dengan angkuh lalu mengibaskan sayapnya. Angin kencang tercipta karena kibasannya dan dengan cepat datang menghantam Focalor hingga jatuh dan menderita banyak luka lagi. 

Focalor sudah pasti kuat, akan tetapi Fafnir lebih kuat lagi.

Focalor memuntahkan darah dari mulutnya, dia meringis kesakitan karena luka-luka yang dia alami oleh serangan Fafnir. Namun, tidak butuh waktu lama luka-luka yang dia derita langsung hilang dan kembali seperti semula.

 “Aku tidak akan pernah menyerah!” teriak Focalor lalu mulai terbang untuk menyerang Fafnir lagi. Namun, bahkan sebelum dia bisa mendaratkan serangan, dia sudah tercampak jauh karena Fafnir yang kembali membuat serangan angin menggunakan kibasan sayapnya.

Lagi dan lagi, Focalor mencoba bangkit, akan tetapi kembali terjatuh.

Meskipun semua luka yang dia derita cepat sembuh, akan tetapi dia tetap merasakan sakit akibat serangan Fafnir. 

Setelah lama seperti itu terus-menerus, Fafnir mulai bosan dan ingin segera menyelesaikan pertarungan ini. Dia membuka lebar mulutnya dan menciptakan banyak bola api. Focalor melihat ini dan merasa ngeri. Serangan dari Fafnir sangat mengerikan dan berbahaya.

Namun, Focalor tidak goyah. Dia memantapkan cengkeramannya pada gagang pedang dan mulai mengumpulkan sisa energi dalam tubuhnya. Jurus devil heart yang dia gunakan bukan tanpa kelemahan, dia mendapatkan banyak energi, kemampuan regenerasi, dan kemampuan khusus dengan mengorbankan jiwanya.

Semakin lama dia menggunakan jurus ini, jiwanya akan memudar lalu menghilang. Jadi, dia juga ingin segera mengakhiri ini. 

Akan tetapi Focalor tidak berpikir dia mampu untuk melakukan hal itu. Dia hanya berharap semoga pemimpin pasukan yang lain segera datang dan membantunya, dan Solas mampu untuk merebut pedang gram dari Sitri. Namun, sampai saat ini mereka belum muncul, dan kemungkinan besar Solas tidak akan sanggup untuk merebutnya. jadi dia hanya bisa terus menggunakan jurus terlarang itu, untuk menahan Fafnir di sini, meski jiwanya sendiri adalah taruhannya. 

Dia menantikan keajaiban dari tuhan, meskpun dia adalah iblis.

Sementara itu, Solas masih mengejar Sitri yang kabur membawa pedang gram. Lalu tiba-tiba saja Sitri berhenti dan mendarat di tanah. Solas juga berhenti dan menatap tajam punggung Sitri.

Sitri berbalik dan melihat tatapan tajam dari Solas lalu berkata, “Solas, aku sarankan kau pergi dan membantunya, aku yakin dia sendiri tidak akan mampu untuk menghentikan monster gila itu!” 

“Dia sudah mempercayakan aku untuk mengejarmu, jadi aku tidak akan membantunya. Lagipula, pemimpin pasukan yang lain pasti akan datang dan membantunya!” balas Solas yang masih menatap Sitri tanpa berkedip, hingga matanya mulai memerah. Dia sepertinya kelilipan debu.

“Haha, bahkan jika mereka datang, monster gila itu tidak akan bisa mereka hentikan!” 

“Aku tahu itu, maka dari itu aku pasti akan merebut pedang gram itu dan menyegelnya lagi.” Solas manarik pedang yang menggantung pada pinggangnya. Dia akan merebut dengan paksa pedang gram itu, satu-satunya cara untuk menyegel naga itu kembali.

“Kau pikir bisa merebut pedang ini dariku?” Sitri mengeraskan genggamannya pada pedang gram di tangan kanannya dan tombak perak di tangan kirinya.

“Sitri, tolong jawab satu pertanyaanku. Kenapa kau melakukan semua ini?” tanya Solas, dia merasa bingung dengan apa yang dilakukan oleh Sitri. Solas tahu betul Sitri mengetahui bagaimana kekuatan dari naga itu, yang telah menewaskan banyak nyawa. Namun, untuk apa dia membebaskan monster itu lagi?

Dari apa yang diingat oleh Solas, Sitri merupakan salah satu pemimpin pasukan yang paling loyal dan menghargai sesama iblis lainnya. Jadi, tidak pernah dalam khayalannya Sitri akan melakukan hal seperti ini.

“Ini bukan urusanmu!” jawab Sitri dengan cepat.

Solas mencoba mengingat sesuatu tentang Sitri, ketika dia sampai pada sebuah kesimpulan, amarahnya memuncak lalu berkata, “Ini pasti karena dia!” 

“Ini bukan urusanmu!” teriak Sitri lalu mengepakan sayap griffin pada punggungnya, kemudian dengan cepat melesat menuju Solas.