Episode 11 - Monolog


Aku berpikir.

Bagaimana jadinya jika Dan benar-benar berhasil mengambil alih tubuhku? Bagaimana keseharian yang akan dia jalani? Membayangkan apa yang mungkin terjadi ... aku tidak ingin membayangkan.

Juga, sebenarnya Dan itu apa?

Meskipun selama ini aku selalu mengatakan bahwa dia adalah goh, plesetan kata dari roh, tapi sebenarnya dia itu roh apa?

Apakah dia roh orang yang sudah mati. Namun, roh tersebut masih punya penyesalan yang tersisa saat hidup di dunia, sehingga memutuskan untuk pergi dari akhirat dan menyelesaikan apa yang belum dia selesaikan.

Jika begitu, penyesalan apa yang mungkin Dan miliki selama hidupnya di dunia?

Aku menggali dalam ingatanku, tentang Dan, jiwa lain yang sudah tinggal di dalam tubuhku kurang lebih selama enam tahun.

Dia tidak pernah bercerita tentang dirinya sendiri, tentu saja, itu karena dia memang tidak memiliki ingatan.

Tapi, berita bagusnya Dan akhirnya mendapat sedikit ingatannya kembali baru-baru ini, mungkin dengan itu aku bisa mengetahui siapa Dan sebenarnya.

Terutama alasan kenapa dia bisa memiliki fetish terhadap pantat.

Apakah itu suratan ilahi? Atau apakah itu takdir?

Aku orang yang percaya bahwa takdir itu ada. Namun, takdir itu bisa dirubah. Tapi, yang jadi pertanyaanku, apa yang merubah dia sehingga memiliki fetish aneh tersebut?

Aku membuang semua pikiran itu ke belakang dan memikirkan sesuatu yang lebih logis.

Setiap individu pasti memiliki sesuatu hal yang mereka sukai dan tidak sukai. Seperti halnya aku yang sangat menyukai sate dan makanan pedas, akan tetapi aku tidak menyukai makanan yang pahit. Atau seperti aku yang suka berolahraga untuk bisa mendapatkan tubuh yang sehat dan bugar, akan tetapi ada juga orang yang lebih memilih istirahat yang cukup dan memakan suplemen vitamin untuk mendapatkan tubuh yang sehat dan bugar.

Tapi kenapa Dan bisa sangat menyukai pantat?

Aku bukanlah pria yang sangat suci, yang tidak menyukai indah dari ciptaan tuhan yang bernama wanita.

Tapi, kenapa pantat? 

Kau tahu, disana itu tempat-lupakan saja.

Namun, tidak sedikit orang yang mengalami penyakit kelainan seksual ini dan mereka juga memiliki ragam jenis kelainan yang aneh.

Aku sempat melihat di internet dan menemukan bahwa ada orang yang suka mencium sepatu seorang wanita. Kau tahu, ini sepatu! Apa manfaatnya mencium sepatu wanita?

Setelah mencium sepatu wanita kau akan menjadi pria sejati? Tentu tidak.

Setelah mencium sepatu wanita kau akan mendapat tubuh yang sehat dan bugar? Tentu tidak.

Selain itu, ada juga orang yang memiliki fetish terhadap ketek.

Ini ketek loh, tempat dimana bagian tubuh terbau dari manusia. Disana sering sekali mengendap kotoran dan keringat yang sangat tidak sedap untuk dipandang dan dihirup.

Apa yang cantik dari ketek?

Namun, mungkin ini seperti sebuah kalimat yang pernah aku dengar sebelumnya, yang berbunyi “Kau tidak akan mengerti, sebelum kau menjadi dirinya.”

Aku tidak berada di posisi orang yang memiliki fetish tersebut, jadi aku tidak akan mengerti. Karena untuk bisa mengerti, kau harus merasakan apa yang mereka rasakan.

Setiap orang berada di garis start yang berbeda, dengan jalur yang berbeda, untuk tujuan yang berbeda.

Jika harus memilih, aku akan memilih bagian tubuh lainnya, seperti mata.

Mata wanita sangat memikat, itulah yang selalu aku rasakan saat menatap mata Alice yang jernih dan indah seperti intan. Membuat aku bertanya-tanya, kenapa bisa begini? Apa ini yang dinamakan... lupakan saja.

Berbicara tentang Alice.

Dia adalah dewi sekolah, itulah julukan yang dia dapatkan.

Dia cantik, ramah, dan selalu baik. Jadi, tidak salah dia mendapatkan julukan itu. Namun, aku benci itu. Karena dia baik, dia bisa membuat orang menjadi salah paham.

Contohnya, pria biasa seperti aku. Saat menerima perhatian dari dia, tentu saja aku senang, akan tetapi aku langsung menjadi kesal. Dengan baik seperti itu, aku bisa saja salah paham dalam menyikapi sesuatu. Aku mungkin bisa menganggap perhatian yang dia berikan adalah tanda bahwa dia tertariknya. Namun, pikiran itu akan langsung aku buang, karena itu tidak logis.

Bukan berarti aku ini pesimis dengan diriku sendiri, hanya saja aku berpikir semua sesuatu di dunia ini pasti berawal dari sebab dan akibat.

Seseorang akan menyukai wajah dari penyanyi tampan itu wajar, seorang akan menyukai sebuah novel karena ceritanya menarik itu wajar.

Namun, apa yang spesial dari aku? Tidak ada.

Jadi, wajar aku berpikir seperti itu.

Tidak mungkin dia tertarik dengan pria yang tampan, maaf, agak tampan seperti aku. Apalagi aku ini adalah pria yang maniak terhadap militer, apakah ada wanita yang menyukai militer?

Setelah aku pikirkan, mungkin memang ada. Namun, tidak terpikirkan olehku bahwa Alice adalah salah satunya.

Tunggu sebentar!

Aku mengingat sesuatu dan itu adalah fakta bahwa ayahnya adalah orang militer juga. Dia adalah tentara, itu yang Alice katakan.

Setelah aku pikirkan lagi, kemungkinan itu masih ada.

Jadi ... aku mungkin bisa.

Seperti halnya Rito yang sudah mempunyai seorang pacar.

Meskipun aku rasa hubungan mereka tidak berjalan sangat mulus. Aku sering melihat mereka bertengkar hanya karena hal sepele, memperdebatkan sesuatu yang tidak penting. Namun, mereka masih berhubungan sampai saat ini.

Aku juga sangat kagum dengan Rito, yang selalu di banding-bandingkan oleh pacarnya, dia tidak pernah marah, apalagi dibandingkan dengan mantan, orang yang harusnya menjadi pelajaran, bukan perbandingan.

Aku berpikir, aku rasa dia bukan masokis, orang yang bahagia saat disiksa. Aku lebih merasa kalau Rito adalah orang yang sadis, buktinnya, saat aku dan dia latihan bertarung, dia benar-benar tanpa ampun.

Apakah itu kekuatan dari cinta?

Meskipun aku tidak tahu bagaimana rasanya mencintai orang lain selain keluargaku sendiri, tapi aku rasa itu hebat. Seperti dalam serial drama, dengan kekuatan cinta, sang tokoh utama dapat melewati segala rintangan di depannya. 

Jadi aku pikir ... itu hebat.

Aku juga sedikit bingung dengan anak baru bernama Raku itu, menurut rumor dia adalah pria tampan dengan tiga pacar dan juga anak dari seorang Yakuza. Tapi...

Kenapa saat dia berbicara dengan seorang gadis, Bu Mellinda yang aku maksud, karena gadis lain tidak ada yang berani, dia terlihat sedikit gugup. Juga, jika dia adalah anak dari seorang Yakuza, harusnya dia seram, kan? Tapi, aku rasa dia orang yang ramah. 

Dia terlihat sangat ingin berteman. Beberapa kali dia mencoba untuk menyapa siswa yang duduk di depannya, tapi dia diabaikan olehnya dan terlihat sangat kecewa.

Mungkin saja ... aku bisa berteman dengannya.

Entah kenapa aku banyak memikirkan sesuatu hari ini, padahal aku benci memikirkan banyak hal.

Apalagi memikirkan sesuatu yang rumit. 

Aku lebih suka sesuatu yang lebih simpel, jadi, setelah lama aku pikirkan, aku tidak ingin memikirkannya.

**

Berada di tempat yang sepi, sebuah rumah tua berdiri dengan kokoh. Tempat di mana Sony, Rudi dan yang lain berkumpul.

 “Bagaimana?” ucap Sony.

“Kami sudah mencari ke banyak tempat, tapi belum bisa menemukan anak itu!” jawab Dani muram.

“Huft ... di mana saja kalian mencarinya?” tanya Sony lagi.

“Aku mencari di pinggir kota, tempat para gelandangan!” jawab seseorang.

“Bodoh, kau pikir dia gelandangan? Dari yang Rudi ceritakan dia pasti bukan gelandangan!” ucap Sony sedikit kesal.

“Ma-maaf...,” ucap orang itu.

“Lalu, kau mencari dia di mana?” tanya Sony sambil menoleh ke arah Rudi.

“Aku ... mencari di....”

“Dimana?”

“Di museum.”

“Pfft....”

Yang lain tidak tahu harus tertawa atau menangis setelah mendengar jawaban dari Rudi. Kita memang anak desa, tapi tidak sebodoh itu juga. Kau pikir anak itu adalah tulang Dinosaurus?

Sementera itu Sony hanya bisa menggelengkan kepalanya setelah mendengar ini.

Hari ini, balas dendam untuk Dani kembali di tunda.

Malam ini, mereka akan melaksanakan rencana yang telah dipersiapkan jauh hari, yaitu begal motor.

Bersembunyi jauh pada semak-semak, mereka bertujuh berjongkok sambil menunggu mangsa.

“Malam ini target kita yang seperti apa?” tanya Rudi pada Sony.

“Target kita adalah pengendara motor yang sendirian dan jika bisa itu harus wanita!” jawab Sony.

“Benar, jika itu wanita pasti akan sangat mudah!” sahut yang lainnya.

Rudi mengangguk setelah mendengar jawabannya, dia sekali lagi melihat jalan raya yang sepi dengan fokus.

Tiba-tiba, ada seorang pengendara motor dan dia adalah wanita. 

Dia mengendarai motor dengan kecepatan sedang dan memakai helm merah muda.

“Target terlihat,” ucap Rudi.

“Oke, semuanya siap-siap, ini demi perut, kita sekarang tidak punya uang simpanan lagi, jika kita gagal, mungkin kita akan kelaparan minggu ini, apa kalian ingin kelaparan?” ucap Sony menggelora.

“Tentu saja tidak.”

“Aku tidak mau.”

“Cukup hatiku saja yang kosong, perutku jangan.”

Sahut yang lainnya.

“Bagus, kalau begitu-“ belum sempat Sony menyelesaikan pidatonya, baju Sony di tarik-tarik oleh Rudi, “Apa?” tanya Sony agak kesal.

“Itu...,”

“Itu apa?”

“Orangnya sudah lewat!”

“Eh?”

Karena terlalu lama, Sony dan yang lainnya melewatkan mangsa pertama mereka malam itu. Akhirnya mereka menunggu lagi, akan tetapi mereka sekarang bersembunyi tidak jauh dari tepi jalan. 

Setelah menunggu cukup lama, tiba-tiba terdengar suara motor. Mereka menoleh dan terdiam. Itu adalah motor polisi.

“Abaikan saja, kita mau membegal, bukan menyerahkan diri!” Sony berkata pada yang lainnya.

Mereka menunggu lagi, ditemani nyamuk dan dinginnya malam membuat mereka menjadi agak frustasi. Tapi, kalau rezeki memang tak kemana, suara motor terdengar lagi. Kali ini adalah seorang pemuda.

“Berhenti!!!” teriak Sony yang membawa balok kayu sambil berdiri di tengah jalan, Rudi dan yang lainnya mengikuti di belakang Sony sambil membawa senjata masing-masing dan menyeringai.

Pemuda itu berhenti dan menatap acuh mereka bertujuh.

“Minggir!” ucap pemuda itu cuek.

“Sialan! Cepat turun dari motor dan tinggalkan semua barang berhargamu!” teriak Rudi.

Pemuda itu menatap tajam Sony dan yang lainnya, dia mengangkat tangan kanannya dan tiba-tiba muncul bola api lalu berkata, “Manusia rendahan seperti kalian berani-beraninya menghentikanku, aku tidak punya waktu berurusan dengan kalian!”

Apa yang terjadi selanjutnya adalah mimpi buruk paling sempurna. Mereka bertujuh benar-benar babak belur dan penuh luka bakar.

Pemuda itu naik motornya lagi dan bergumam, ”Aku harus cepat menemukan tuanku, sebelum mereka datang!”