Episode 115 - Perseteruan Dua Api


"Ini adalah kekuatanku." Ucap Rito dengan tenang lalu tubuhnya seperti 'menyatu' dalam kegelapan lalu menghilang dari sana dan hanya menyisakan kalimat singkat tersebut.

Setiap kepingan pedang gram membuat siapa saja yang menerimanya mendapatkan kemampuan yang hebat, begitu pula dengan kepingan pedang gram yang datang bersaman dengan Sitri, yang membuat Rito mendapatkan kemampuan yang menakjubkan.

Seperti Lin Fan yang mendapat peningkatan kekuatan dan menjadi seperti mahluk super. Dengan kekuatannya itu dia bahkan bisa melubangi sebuah pohon dengan satu tinju.

Seperti kucing hitam yang mendapatkan kemampuan untuk berpikir seperti layaknya manusia yang memiliki akal. Dengan kekuatannya itu dia bisa berbicara dan belajar pengetahuan.

Seperti pencuri yang baru-baru ini mendapat banyak perhatian dari polisi setempat, si bayangan hitam, dia mendapatkan kemampuan untuk bisa berlari dengan sangat cepat bahkan bisa dibilang kecepatannya setara dengan orang yang melakukan teleportasi.

Seperti siswa dari sekolah yang sama dengan Danny, yaitu Erwin, dia mendapatkan kemampuan untuk bisa menyembuhkan dirinya dengan sangat cepat. Bahkan alasan dia mampu membuat pedang dan senjata lainnya dengan cepat ketika bertarung di dunia jiwanya adalah karena kekuatannya. Berbeda dari Rito yang memerlukan waktu lebih banyak untuk membuat senjatanya.

Rito juga mendapatkan kekuatan dari kepingan pedang gram. Bukan teleportasi seperti yang terlihat, tapi dia mampu berintegrasi ke dalam bayangan hitam dan muncul di tempat di mana bayangan hitam ada.

Dengan kekuatannya itu, tepat sebelum tinju Idos mengenainya, Rito menyatu ke dalam kegelapan dan kemudian dia muncul lalu menyerang balik Idos dengan sniper SPR 4 di tangannya.

Tidak seperti Danny yang sering meleset, bakat Rito dalam menembak sangat hebat dan hampir tidak mungkin peluru yang dia tembakan meleset dari targetnya.

Apalagi, di dunia jiwa Rito yang hanya berisi kegelapan, itu menjadi faktor yang membuat Rito tidak akan terkalahkan.

"Sepertinya ini tidak akan mudah." Ucap Idos sambil menggenggam tinjunya erat.

"Kau tidak akan bisa menang, lebih baik kau pergi saja dari sini." Ucap Sitri dari jauh.

Sitri sangat menyadari situasi saat ini. Tidak mungkin bagi Idos untuk merebut kepingan pedang gram atau bahkan mengalahkan mereka berdua. 

Itu juga alasan kenapa Sitri lebih memilih untuk membuat perjanjian dengan Rito daripada mengambil alih tubuhnya. Selain itu, saat pertama kali datang ke dunia jiwa Rito, Sitri berada dalam kondisi yang sangat buruk setelah bertarung sengit dengan Solas.

Walaupun begitu, hal tersebut tidak melukai harga diri Sitri, ini terbukti lebih baik daripada mengambil resiko. Selain itu, Rito juga bisa sedikit membantu untuk mencari apa yang ingin dia cari di sini.

Ada juga alasan lain yang tidak mungkin dia bisa katakan, yaitu dia merasa sangat sakit saat bertarung dengan orang yang dulunya berada di barisan yang sama dan melindungi punggungnya.

Emosi yang campur aduk di dalam hatinya membuat mulut Sitri sangat masam

Meskipun begitu, Sitri tidak akan mundur, dia akan menyelesaikan apa yang telah dia mulai lalu menghilang dengan kepuasannya.

"Kau pikir aku akan mundur?" tanya Idos dengan senyum mengejek. 

"Yah, tentu saja tidak akan semudah itu." Balas Rito dengan senyum pahit di wajahnya.

"Bagus kalau kau masih memahamiku, karena ini tidak akan pernah selesai sampai semuanya berakhir."

Ada satu solusi yang dipikirkan oleh Sitri dalam situasi ini, yaitu dengan cara memberikan kepingan pedang gram pada Idos. Lagipula, Sitri sangat yakin bahwa itu adalah yang Idos cari melebihi membalas dendam padanya. 

Namun, Rito tidak akan menyerahkan kepingan pedang gram itu, karena hal itu sangat penting baginya untuk mewujudkan keinginannya. 

Juga, meskipun Idos dan Sitri bekerja sama untuk mengalahkan Rito, kesempatan itu tidak terlalu besar. Di dunia jiwa yang sepenuhnya adalah kegelapan, Rito bisa datang dan pergi ke semua tempat dengan hanya keinginannya saja. 

Pada intinya, Rito benar-benar sangat merepotkan dan tidak bisa di remehkan bahkan untuk dua pemimpin pasukan iblis.

Idos melangkah maju. Tinjunya terkepal dengan keras dan kemudian dia melepaskan tinju yang sangat dahsyat pada Sitri di depannya. 

Pada saat ini Idos tidak mengetahui di mana Rito berada, jadi pilihan satu-satunya adalah mengalahkan Sitri terlebih dahulu, untuk yang selanjutnya akan dia pikirkan pada saat itu. 

Sitri telah membuat tombak energi baru. Dengan tombak itu dia menghalau tinju Idos.

Dua kekuatan yang dahsyat saling beradu dan akhirnya keduanya terlempar mundur. Tentu saja Sitri terlempar lebih jauh dibandingkan dengan Idos, mengingat kekuatan Idos memang lebih baik dari Sitri.

Benturan hebat itu menjadi titik awal di mulainya pertarungan yang sangat sengit antara Sitri dan Idos. Sitri memamerkan kelihaiannya dalam menggunakan tombak, senjata yang telah dia asah sejak dia masih kecil. 

Banyak pengguna tombak yang sangat hebat dan patut diwaspadai, tapi jika Sitri memproklamirkan bahwa dia sang juara dua, maka tidak akan ada yang berani mengklaim juara satu. Sehabat itulah kemampuan tombak Sitri dibandingkan iblis lainnya.


Tidak jauh berbeda, kemampuan Idos dalam bertarung dengan tangan kosong sangat mengagumkan. Bukan berarti dia tidak mampu menggunakan senjata, tapi baginya pertarungan sejati harus menggunakan tubuh secara langsung, bukan disalurkan melalui senjata.

Semua orang memiliki pemikiran mereka masing-masing. Dalam sudut pandang diri sendiri, dirinya lah yang benar, jadi hal ini tidak akan selesai jika diperdebatkan.

Di kejauhan, Rito menyaksikan pertarungan antara Idos dan Sitri dengan saksama. Dia tidak ada niat untuk membantu Sitri. Tujuannya adalah untuk mempelajari tentang pertarungan. 

Sebelumnya, Rito tidak pernah melihat pertarungan yang sangat sengit seperti yang sedang dia saksikan saat ini, jadi ini pelajaran yang sangat berharga untuk mencapai tujuannya. Menjadi lebih kuat dan lebih kuat hingga tidak akan ada lagi yang berani menghancurkan kebahagiaannya.

Meskipun tekanan yang dihadirkan dari dua kehadiran pemimpin pasukan iblis yang yang sedang bertarung di depannya sangat mendominasi. Tapi tidak ada rasa takut yang Rito rasakan.

Akhirnya pertarungan mereka berdua sudah mencapai bagian akhirnya. Sekali lagi, tombak yang Sitri ciptakan menggunakan energinya tidak mampu mengatasi semua serangan Idos yang sangat ganas.

Tombak itu hancur berkeping-keping, di saat bersamaan Sitri langsung mundur untuk mengambil jarak dari Idos, tidak mungkin dia mau berhadapan tanpa senjata melawannya, Sitri sangat mengenal dirinya sendiri juga iblis di depannya.

Namun, tidak mungkin Idos mau melepaskan kesempatan ini. Dengan sangat cepat Idos menghapus jarak antara mereka berdua lalu melepaskan tinju yang sangat brutal.

Bang.

Sebuah peluru cepat melesat dan mengenai tubuh Idos, menghancurkan postur serangannya. Dalam kesempatan yang kecil tersebut, Sitri langsung mundur sangat jauh dan mencoba untuk menciptakan tombak baru lagi.

Rito tidak terlalu peduli pada Sitri, tapi untuk tujuan di masa depan, sosok Sitri masih penting baginya.

Bang.

Bang.

Bang.

Lagi, peluru melesat dan menembus tubuh Idos, membuat bagian tubuh yang terkena menjadi bayangan hitam.

Di sisi lain, Idos benar-benar marah. Dia sangat kesal dengan manusia rendahan yang selalu mengganggunya. Emosi negatif itu terus naik hingga akhirnya mencapai atap dan menembusnya, membuat Idos dalam kondisi Devil Heart.

Ada dua metode untuk masuk dalam kondisi ini, cara pertama adalah dengan sengaja menusuk jantung dan melepaskan segel yang berada di dalam sana, cara kedua adalah dengan menaikkan tingkat emosi negatif ke puncaknya.

Dalam kondisi Devil Heart, mereka akan mendapatkan kemampuan yang menakjubkan. Sebagai contoh adalah Solas, iblis yang pernah Sitri lawan sebelumnya. Dalam kondisi Devil Heart, Solas mampu untuk melihat sedikit ke masa depan yang membuat dia mampu berdiri sejajar dengan Sitri meskipun memiliki kemampuan bertarung yang rendah.

Untuk Idos, setelah dia masuk ke dalam kondisi Devil Heart, dia akan meningkatkan semua kualitas tubuhnya. Kekuatan, kecepatan, refleks, juga instingnya. 

Dengan sangat cepat, tiba-tiba saja Idos sudah berada di belakang Rito dan tinjunya yang terkepal menembus dada Rito. Membuat Rito cepat-cepat mencoba melarikan diri. Namun, meskipun begitu, Idos tidak akan melepaskan Rito begitu saja, dia cepat mencengkram kepala Rito dan terus menerus menghujani tubuh Rito dengan tinjunya.

Kini, sebagian besar tubuh Rito telah berubah menjadikan bayangan hitam.

Di sisi lain, Sitri tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, Idos yang sedang memasuki kondisi Devil Heart memang sangat kuat, tapi tidak sekuat ini sebelumnya. Apalagi ketika berada di dunia manusia maka kekuatan iblis akan berkurang menjadi setengahnya, ini tidak sesuai dengan ekspektasinya.

Sekarang Sitri memiliki dua pilihan, yaitu membiarkan Rito dihancurkan oleh Idos atau membantu Rito keluar dari cengkeraman Idos.

Tanpa perlu berpikir banyak Idos memilih opsi kedua. Dia tidak akan membiarkan tujuannya hancur, karena dia tahu, setelah mengalahkan Rito, maka dia adalah yang berikutnya akan Idos hancurkan.

Sudah banyak yang Sitri korbankan, maka setidaknya dia ingin tujuannya itu tercapai.

Sitri menusuk jantungnya dan kemudian sebuah kobaran api berwarna biru membungkus tubuhnya. Api itu berkobar dalam diam dan tampak tidak berbahaya, tapi sebenarnya menyembunyikan belati yang amat tajam, karena kekuatannya lebih dari api berwarna merah.

Dalam kekuatan iblis, api merah adalah api yang paling murni dan sekaligus paling lemah, di tingkatkan selanjutnya adalah api biru yang nyala apinya sangat tenang tapi lebih kuat.

Sitri menghentakkan kakinya dan menggunakan api biru sebagai pendorong untuk bisa mendekati Idos. Dalam sekejap mata, Sitri sudah berada di sampingnya dan sudah menusukkan tombaknya pada Idos.

Idos melepaskan cengkeramannya dari Rito untuk menghindari serangan tombak Sitri. Jelas, tubuhnya tidak akan kuat menerima serangan Sitri yang kini berada dalam kondisi Devil Heart.

Api biru yang tenang itu terlalu berbahaya.

Saat cengkeraman Idos terlepas, Rito dengan cepat menyatu dalam kegelapan dan menghilang dari sana, membuat Idos sangat kesal meskipun sudah memberikan Rito sedikit rasa pukulannya yang brutal.

Jelas, Idos bermaksud untuk membunuh Rito.

Kini pertarungan yang sebenarnya akan dimulai. Pertarungan antara dua pemimpin pasukan iblis yang sedang dalam kondisi Devil Heart.