Episode 110 - Si Lemah dan Si Kuat



Erwin membuka matanya dan melihat ke sekelilingnya dengan terburu-buru. Setelah beberapa saat dia kembali tenang, karena ruangan tempat dia berada saat ini adalah kamarnya yang telah dia tempati sejak kecil.

Erwin duduk di tepi kasurnya dan menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya. Setelah merasakan pikirannya telah jernih, sebuah senyum tipis tergantung di wajahnya. 

"Mimpi yang sangat hebat." Gumam Erwin dengan pelan.

Kemudian Erwin mengingat kembali kejadian yang terjadi semalam. Pada awalnya dia tiba-tiba berada di dalam kota yang sangat sepi, kemudian tiba-tiba saja ada iblis yang menyerangnya, tapi beruntung Erwin bisa melarikan diri dan menyembunyikan dirinya. 

Namun, iblis itu tidak berhenti sampai di sana, untuk bisa menemukan Erwin yang sedang bersembunyi, dia menghancurkan banyak rumah dan gedung, akan tetapi tiba-tiba iblis itu berhenti dan entah bagaimana beberapa saat kemudian dia berhasil menemukan tempat persembunyian Erwin.

Tanpa senjata untuk melawan, Erwin kemudian berpikir tentang akan lebih baik jika dia memiliki pedang. Lalu beberapa saat kemudian sebuah pedang muncul di tangannya.

Meskipun sedikit terkejut, akan tetapi Erwin membuang pikiran itu ke belakang kepalanya dan memilih untuk melawan iblis di depannya terlebih dahulu. Namun, pertarungan itu terasa tidak adil karena pedang milik iblis itu sangat kuat dan mampu menghancurkan pedang milik Erwin dengan mudah.

Untuk menanggulangi hal tersebut, akhirnya Erwin tidak hanya 'menciptakan' pedang, tapi sebuah perisai juga. Akan tetapi keuntungan kecil itu tidak berlangsung lama, iblis itu menggunakan Devil Heart yang membuatnya menjadi semakin cepat dan kuat.

Situasi saat itu sangat buruk bagi Erwin yang tidak mampu untuk menyerang dan hanya mampu untuk bertahan. Kemudian, Erwin tidak hanya 'menciptakan' pedang dan perisai saja, dia juga 'menciptakan' baju besi yang menutupi tubuhnya dan membuat pertahanannya lebih baik. 

Kemudian pertarungan memasuki babak akhir di mana Erwin yang terlihat seperti seorang kesatria melawan iblis. Pertarungan itu begitu sengit, jual beli serangan terus berlanjut dan membuat semua bangunan di sekitar mereka hancur tak bersisa. Namun, situasi tiba-tiba berbalik ketika masa aktif Devil Heart berakhir. Perubahan situasi itu sangat menguntungkan bagi Erwin dan akhirnya dia berhasil mengalahkan iblis itu.

Keluar dari lamunannya, Erwin melihat jam di dinding dan terkejut setelah menemukan bahwa sekarang sudah jam 10, kemudian dia melihat cahaya matahari yang masuk melalui celah-celah jendelanya. Dari sini dia menyimpulkan tidak mungkin ini jam 10 malam, sekarang pasti jam 10 pagi.

Erwin merasa tertekan setelah menemukan fakta ini. Sebelumnya, Erwin pernah begadang untuk membaca novel dan akhirnya tidur larut, ketika orang tuanya membangunkannya, dia tidak bangun karena terlalu mengantuk dan akhirnya tidak masuk sekolah. Pada malam harinya orang tua Erwin sangat marah dan hampir saja berniat untuk membakar semua novelnya. Tapi kemudian Erwin berjanji tidak akan mengulanginya lagi dan membuat emosi orang tuanya sedikit mereda.

Tapi, hari ini dia melakukannya lagi, meskipun penyebabnya bukan membaca novel, namun faktanya adalah dia tertidur hingga hampir siang.

Erwin melirik rak bukunya dan melihat salah satu rak telah kosong. Rak itu adalah tempat Erwin menyimpan novel-novel kesukaannya. Erwin meremas tinjunya dengan kuat lalu memukul kasurnya, matanya penuh dengan amarah dan kebencian.

Akan tetapi, tidak mungkin Erwin berani mengarahkan kemarahan dan kebenciannya itu pada orang tuanya, akhirnya semua emosi negatif itu tersalurkan pada iblis yang menyerangnya di dunia yang dia anggap sebagai mimpi.

°°°

Di malam yang sama saat Dalpos memasuki dunia jiwa Erwin, Biloth juga masuk ke dunia jiwa seseorang, yaitu Andre. 

Andre yang merasa bingung karena tiba-tiba berada di tempat yang berbeda dari kamarnya melihat ke kiri dan kanan dan menemukan bahwa tempat dia berada sekarang sangat asing tapi juga cukup familiar. Dia berdiri dan setelah melihat baik-baik ternyata dia sedang berada di atas kapal yang sedang berlabuh. 

Kemudian Andre sangat terkejut ketika melihat baik-baik kapal yang sedang dia naiki. Di depan kapal tersebut terdapat kepala kambing yang tampak sangat lucu, di atas kapal terdapat sebuah kebun jeruk kecil, dan yang paling membuat dia bersemangat adalah layar kapal yang bergambarkan patung dengan sebuah topi jerami.

"Ini ... Ini ... Going marry?" ucap Andre dengan takjub.

Going marry, sebuah kapal kayu yang telah menemani kru bajak laut topi jerami untuk mengarungi samudera demi mencari one piece dan menjadikan sang kapten sebagai raja bajak laut. Meskipun akhirnya kapal ini hancur berantakan dan membuat sang kapten terpaksa untuk mengucapkan selamat tinggal demi keselamatan kru-nya, akan tetapi sampai akhir kapal ini tetap hebat. Bahkan Andre sedikit menangis ketika episode perpisahan kru bajak laut topi jerami dengan kapal pertamanya tersebut.

Andre melihat ke sekeliling kapal lalu melompat turun. Dia melihat kapal itu dengan tampilan kagum dan tanpa dia sadari Andre mengusap matanya yang sedikit basah oleh air mata.

Kemudian Andre mengarahkan pandangannya ke suatu arah, di balik hutan yang lebat itu terdengar suara teriakan dan banyak asap mengepul.

"Apa yang terjadi?" Tanya Andre dalam hatinya.

Andre berlari ke arah tempat kejadian tersebut dan semakin dekat dia ke sana dia bisa mendengar suara teriakan itu lebih keras. Meskipun dia tahu mungkin di depan sana ada kekacauan, tapi dia tetap ke sana karena menurutnya ini hanya mimpi. 

Toh, tidak mungkin dia tiba-tiba berada di tempat lain, karena seingatnya dia sedang tidur di kamarnya.

Tidak lama kemudian Andre sampai di depan pintu gerbang besar yang sedikit familiar di ingatannya. Tapi dia tidak memedulikan itu dan tetap melanjutkan langkahnya.

Akhirnya dia melihat apa yang sebenarnya terjadi, di tempat itu banyak orang-orang terbaring seraya merintih kesakitan. Hanya satu orang yang masih berdiri tegak, dia menutupi seluruh tubuhnya kecuali mata dengan pakaiannya yang berwarna hitam. Di tangan kanannya dia memegang sebuah seruling berwarna emas yang tampak sangat mewah dan memesona.

"Apa yang sebenarnya terjadi?" Pikir Andre dengan bingung. 

Biloth yang sadar akan kedatangan Andre segera menatapnya. Pandangan mereka saling bertemu, tidak ada reaksi khusus dari Biloth, tapi sebuah perasaan misterius mencengkeram tubuh Andre ketika dia melihat mata itu. 

Mata yang indah itu memancarkan kekuatan yang sangat hebat juga kuat dan memaksa Andre untuk mundur beberapa langkah karena instingnya sebagai mahluk hidup mengatakan bahwa dia harus segera berlari dari sini dan menjauh sejauh mungkin dari Biloth.

Meskipun begitu, Andre tidak berlari, dia menguatkan hatinya dan berniat untuk melawan Biloth. 

Andre maju dengan cepat dan segera melemparkan tinju pada Biloth, akan tetapi dengan sangat mudahnya Biloth menghindari serangan itu.

"Sial, rasakan ini, rasengan." Teriak Andre sambil menyerang Biloth lagi. 

Dia mengatakan nama jurus itu karena kebiasaan yang telah dia bangun sejak lama. Dia merasa bahwa dengan melakukan hal itu akan membuatnya sedikit lebih kuat. Meskipun itu tidak banyak berpengaruh pada kenyataannya.

Namun, tiba-tiba saja sebuah bola angin berwarna biru berputar dengan cepat di tangan Andre dan kemudian membuat Biloth terhempas jauh setelah terkena serangan itu.

"Hah? Berhasil?" Gumam Andre yang terkejut setelah dia benar-benar bisa menggunakan rasengan, salah satu jurus maut dari sebuah karakter di anime.

"Oh, ya, benar. Ini adalah mimpi." Ucap Andre setelah menyadari bahwa ini bukanlah dunia nyata dan berpikir bahwa ini adalah dunia mimpi.

"Di sini, aku tidak akan terkalahkan." Ucap Andre seraya tersenyum tipis dan menatap Biloth yang perlahan berdiri.

Biloth hanya berdiri dan menetap Andre tanpa mengatakan apapun. Namun, itu saja sudah membuat Andre sedikit takut karena suasana di sekitarnya yang sangat berat. Akan tetapi, karena dia beranggapan bahwa ini adalah mimpinya, tidak mungkin dia kalah.

Andre menginjak tanah dan mendekati Biloth. Kemudian dia menekan tangannya ke bawah dan berteriak, "Chidori."

Dengan sangat cepat aliran listrik merayap dan kemudian bersarang di telapak tangannya. kemudian Andre mengarahkan telapak tangannya pada Biloth.

Sementara itu, dengan perlahan Biloth melepas kain yang menutupi wajahnya, kemudian memposisikan seruling emas mendekati mulutnya sebelum meniup seruling tersebut.

Suara lembut terdengar setelah seruling itu di tiup dan menghentikan langkah kaki Andre. Dia tidak bisa bergerak sedikitpun. Andre dengan gelisah mencoba untuk melepaskan diri dari jeratan tak terlihat yang mengikat tubuhnya, tapi dia tetap tidak mampu untuk lepas dari jeratan tersebut.

Sampai musik lembut itu berhenti, barulah Andre bisa bergerak lagi. Dia terjatuh ke tanah dan dengan takut menatap wajah Biloth yang sangat datar. Tidak ada emosi yang bisa dia lihat dari wajah itu.

Biloth meniup seruling emasnya lagi, kini musik yang terdengar sangat berat dan dalam. Bersama dengan terdengarnya suara itu, tubuh Andre seperti di dorong oleh sesuatu dan terlempar sangat jauh hingga akhirnya berhenti setelah menabrak kapal going marry di pelabuhan.

Tabrakan itu membuat kapal itu miring dan akhirnya di tenggelamkan oleh air. Beruntung Andre sempat menyelematkan dirinya dari reruntuhan kapal itu. Meskipun begitu, dia menjadi sedikit marah karena kapal going marry yang sangat dia kagumi hancur dan tenggelam.

Andre memikirkan sebuah jurus dahsyat yang pernah dia lihat. Dan tanpa basa-basi langsung menggunakannya.

"Ka~ Me ~ Ha~ Me~ Ha!" sebuah energi seperti cahaya terbang cepat menuju arah Biloth. Cahaya energi itu menghancurkan apapun yang dia lewati, entah itu pohon atau pun gerbang dan dengan cepat mendekati Biloth.

Biloth tetap mempertahankan diamnya. Dengan santai dia mendekatkan seruling emasnya dengan bibirnya. Lalu Biloth meniup seruling emas itu dan kemudian sebuah suara halus keluar dari seruling tersebut.

Bersama dengan terdengarnya suara itu, sebuah dinding tak kasat mata seperti tercipta di depan Biloth dan membelah serangan Andre menjadi dua. Tidak mengenai Biloth yang masih berdiri dengan tenang.

"Dia terlalu kuat, bagaimana cara mengalahkannya?" tanya Andre dengan sedikit putus asa.