Episode 77 - Lin Fan VS Hector



Pertandingan pertama sudah ditentukan, yaitu Lin Fan dari sekte bela diri gerbang surga, melawan Hector dari perguruan bela diri racun mawar. 

Di arena berbentuk lingkaran, dua pria berdiri saling berhadapan. Pria dengan pakaian berwarna hitam dan putih adalah Lin Fan, tatapannya tenang dan tidak ada ekspresi amarah di wajahnya, meskipun dia jelas bisa mendengar riuhnya penonton memaki dirinya. 

“Sampah.”

“Sampah.”

“Sampah.”

Tidak tahu siapa yang memulai, tapi semua orang yang tahu tentang reputasi dari Lin Fan terus meneriakan kata ‘Sampah’ dengan penuh semangat. Pandangan jijik jelas tertulis di wajah mereka semua. Selain mereka yang mengenal Lin Fan, orang-orang yang tidak mengenal Lin Fan juga ikut dalam kesenangan bersama mereka. Tidak ada dendam, tapi mereka sangat senang bisa memandang rendah orang lain. 

Di salah satu area penonton, teman-teman Lin Fan sangat terkejut bahwa Lin Fan ikut serta dalam turnamen ini, kemudian ketika mereka melihat orang-orang menghina Lin Fan, mereka menjadi marah, terutama Agam.

“Sialan, sialan, sialan!” gumam Agam penuh benci seraya memandang orang-orang yang menghina Lin Fan.

Kemudian dengan penuh semangat Agam dan teman-teman Lin Fan lainnya berteriak.

“Lin Fan, hajar si banci itu!”

“Jangan beri ampun si banci itu, hajar sampai babak belur!”

“Hapuskan si banci itu dari muka bumi!”

Suara mereka teredam oleh suara orang-orang di sekitarnya. Meskipun begitu, mereka terus berteriak. 

Di hadapan Lin Fan, Hector berdiri dengan bangga, sudut bibirnya naik dan hatinya penuh rasa bahagia setelah mendengar sorakan penuh kebencian penonton pada Lin Fan. Menurut Hector, sama seperti yang penonton teriakan, tidak pantas seorang sampah berdiri di turnamen yang sama dengannya. Karena itu, Hector berencana memberikan Lin Fan ‘pelajaran’ yang tidak akan dia lupakan, sehingga Lin Fa tidak akan berani untuk melangkah ke gedung MA.

“Lihat, sepertinya para penonton sangat setuju dengan apa yang aku katakan, kau tidak pantas untuk berada di turnamen ini, jadi cepat akui kekalahanmu dan enyah dari sini.” Ucap Hector dengan percaya diri.

Lin Fan mendengar apa yang Hector katakan, akan tetapi dia merasa itu bukan urusannya, dan hanya membuang-buang air ludah untuk berdebat dengan orang sombong seperti Hector. Benar, sombong. Menurut Lin Fan, sikap dari Hector itu 100% kesombongan, bukan percaya diri. Bahkan, Lin Fan tidak ingat pernah bertemu dengan Hector. Jadi, Lin Fan bisa tahu, dia hanya mendengar semua itu dari rumor yang beredar. 

Jadi, tidak masalah apa yang Hector katakan, Lin Fan berencana membungkamnya bukan dengan berdebat, tapi dengan kepalan tangannya.

“Hei, kau bisa dengan aku, kan? Jangan pura-pura tuli. Baca situasi dan cepat enyahlah dari sini dan jangan pernah kembali lagi.” Seru Hector.

Meskipun begitu, ucapan Hector hanya seperti angin kentut yang berbau sebentar, lalu lenyap kemudian. Selain sedikit mengganggu Lin Fan, itu sama sekali tidak berefek.

Hector bersama para penonton di sana terus menghina Lin Fan, membuat para staf televisi sangat tidak nyaman, karena situasi ini sangat menjijikan, akan tetapi mereka tidak ada niat sedikit pun untuk menghentikan mereka, karena selama itu menghibur, tidak ada salahnya. Pada akhirnya, mereka hanya ingin rating yang tinggi, dan drama murahan seperti ini cukup bagus untuk menarik minat para penonton.

Di ruang komentator, dua orang pria sedang duduk seraya menyaksikan situasi. Salah satunya adalah pembawa acara paling tenar saat ini, Irwan, bukan hanya dia sangat cakap tapi memiliki wajah yang tampan. Jadi, bisa dibilang setiap dia membawakan acara, pasti akan berdampak baik pada rating acara tersebut. Kemudian orang yang menemani Irwan adalah Pan Tong, dia adalah seorang atlet bela diri yang telah pensiun seperti Li Jun. 

Meskipun Pan Tong tidak memiliki banyak prestasi seperti yang Li Jun miliki, tapi dia berhasil melatih banyak pemuda yang akhirnya menjadi bintang dalam dunia bela diri. Jadi, reputasinya tidak lebih buruk dari Li Jun. Bahkan, dibanyak kalangan, nama Pan Tong lebih berpengaruh daripada Li Jun.

“Nah, pada turnamen kali ini, pertandingan pertama adalah dari grup A, yang akan mempertemukan Hector dari perguruan bela diri racun mawar dan Lin Fan dari sekte bela diri gerbang surga.” Ucap Irwan tanpa jeda. Kemudian dia memandang ke arah Pan Tong dan berkata, “Menurut pelatih Pan, siapa di antara keduanya yang akan menang?”

“Aku tidak terlalu tahu tentang generasi muda dari sekte gerbang surga dan perguruan bela diri mawar racun, tapi dari apa yang aku dengar,sepertinya salah satu peserta memiliki reputasi yang sedikit buruk.” Ucap Pan Tong seraya seraya mengerutkan dahi.

“Yah, aku tahu sedikit tentang rumor yang dimiliki salah satu peserta.” Irwan berkata dengan canggung.

“Hmm ... begitukah? Tapi itu hanya rumor, kan?” tanya Pan Tong.

“Benar, itu hanya rumor, tapi tidak akan asap jika tidak ada api, selain itu sangat banyak orang yang mempercayainya, jadi itu mungkin benar.” Jelas Irwan.

“Tapi tetap saja, rumor hanya rumor, tidak bisa dipercaya, aku sangat tidak menyukai sikap para penonton yang merendahkan atlet bela diri.” Pan Tong merengut tidak senang.

Salah satu staf mengatakan sesuatu tanpa suara pada Irwan, yang jelas dimengerti olehnya, dia juga merasakan suasana di studio siaran menjadi sedikit suram. 

“Haha, benar, tentu saja, rumor tidak bisa dipercaya,” Irwan berkata dengan cepat. “Oh, iya, Pelatih Pan, sebelum pertarungan dimulai, apakah kau bisa menceritakan sedikit tentang masa lalu, seperti pengalaman bertarungmu.”

Pan Tong mengingat sejenak, ekspresinya melembut dan kemudian dia mulai menceritakan kisah masa lalunya. Tapi, sebelum Pan Tong selesai bercerita, Irwan segera memotongnya karena pertandingan akan segera dimulai.

“Sepertinya kau tidak berniat untuk mengaku kalah, jadi jangan salahkan aku karena mempermalukanmu. Aku akan mengalahkan dengan lima- tidak, cukup satu pukulan saja aku akan mengalahkanmu.” Ucap Hector dengan percaya diri, udara kesombongan jelas terlihat di sekitarnya.

Di salah satu area penonton, rombongan sekte gerbang surga sedang duduk dengan penuh antisipasi. Mereka sangat menantikan bagaimana ekspresi wajah dari orang-orang yang menghina Lin Fan. Di area lain, rombongan dari perguruan bela diri racun mawar duduk dengan tenang, menurut mereka pertarungan ini sangat tidak ada gunanya, karena sudah pasti Hector yang akan menang.

Seorang wasit berjalan menuju sisi arena, dengan sabar dia menjelaskan peraturan pada Lin Fan dan Hector, setelah itu tanpa membuang waktu lagi dia segera berkata, “Pertarungan dimulai.”

Setelah pertarungan dimulai, tanpa basa-basi Hector segera mengambil inisiatif untuk menyerang terlebih dahulu, dia berniat untuk segera mengalahkan Lin Fan dan membuatnya sadar bahwa Lin Fan tidak pantas untuk berada di turnamen ini. Tidak butuh waktu lama Hector sudah tepat berada di depan Lin Fan, kepalan tangannya cepat meluncur ke arah wajah Lin Fan.

Menyaksikan serangan Hector yang sangat ganas dan cepat membuat para penonton berteriak senang. Namun, tiba-tiba saja suasana menjadi sangat sunyi, rahang mereka jatuh dan bola mata mereka melotot keluar, ekspresi ketidakpercayaan mereka sangat menakjubkan pada layar kamera. 

Semua ini terjadi karena pertarungan antara Lin Fan dan Hector telah usai, saat ini hanya Lin Fan yang masih berdiri di dalam arena, sedangkan Hector sedang terbaring beberapa meter di luar arena.

Bahkan wasit tidak bisa mengikuti situasi ini dengan cepat, dia tidak pernah menyangka bahwa perbedaan kekuatan di antara dua peserta bagaikan langit dan bumi. Setelah sadar dari keterkejutannya, wasit segera mengumumkan kemenangan Lin Fan. 

Namun, tidak ada sorakan, semuanya masih sunyi. Situasi ini jelas tidak diantisipasi siapapun kecuali rombongan sekte bela diri gerbang surga, meskipun begitu mereka juga sangat terkejut. Mereka sangat tahu bahwa Lin Fan sudah menjadi sangat kuat, tapi sepertinya mereka masih meremehkan kekuatannya.

Hanya satu tinju, dan musuhnya langsung terlempar beberapa meter keluar arena.

Setelah beberapa saat, akhirnya terdengar sorakan meriah dari beberapa orang, yaitu teman-teman Lin Fan dan rombongan sekte bela diri gerbang surga. Jelas, mereka sangat senang dengan kemenangan ini. Sedangkan itu, para penonton yang sebelumnya menghina Lin Fan merasa pipinya sangat panas, baru beberapa saat yang lalu mereka menghina Lin Fan, tapi beberapa saat kemudian Lin Fan berhasil mengalahkan Hector, yang lebih menakjubkan lagi adalah Lin Fan hanya perlu satu pukulan untuk melakukan itu.

Sungguh tamparan wajah yang sangat brutal.

Di dalam studio penyiaran, Irwan juga terkejut lalu dengan cepat bereaksi, lagipula dia adalah pembawa acara profesional. Irwan mulai mengomentari pertarungan tersebut, tapi karena pertarungan tersebut hanya berlangsung beberapa saat, jelas dia tidak tahu harus berkata apa. Jadi, Irwan bertanya pada Pan Tong tentang pertarungan tersebut, akan tetapi Pan Tong hanya mengatakan satu kalimat, “Menakjubkan.”

“Sialan! kenapa kau hanya mengatakan satu kalimat, tolong kerja sama dan katakan beberapa kalimat lagi.” Irwan menggerutu di dalam hati.

Di arena penonton, orang yang paling bahagia atas kemenangan Lin Fan adalah adiknya, Lin Er. Wajah cantiknya dipenuhi senyum yang menawan, jantungnya berdebar dengan kencang dan perasaan bangga membanjiri hatinya. 

Jelas, dengan hasil dari pertarungan ini, semua orang yang membuat rumor tentang Lin Fan akan bungkam dan ini membuat beban berat di hati Lin Er sedikit terangkat, lagipula rumor ini berawal dari dia yang mengalahkan Lin Fan dimasa lalu, jadi dia juga merasa bersalah.

Di sisi lain, rombongan racun mawar merasa sangat malu, mereka tidak pernah menyangka bahwa Hector akan dikalahkan dengan hanya satu pukulan. Jelas, ini membuat mereka sangat tidak senang.

Dengan langkah yang tegas Lin Fan mulai berjalan perlahan keluar arena, dia melihat ekspresi tidak percaya dari orang-orang yang sebelumnya menghina dia. Perasaan ini, sungguh menakjubkan.

Benar, semua ini karena dia telah menjadi sangat kuat, meskipun Lin Fan tidak terlalu mengerti bagaimana tiba-tiba dia bisa menjadi sangat kuat, tapi dia sangat berterima kasih. Mungkin, ini adalah rahmat dari Tuhan.

Di salah satu sudut, Tomas-tidak, kini dia adalah Gop, menatap Lin Fan dengan serius, kemudian senyum tipis terukir di wajahnya. 

“Akhirnya aku menemukan kepingan pertama.” Gumam Gop pelan.