Episode 75 - Para Peserta Berkumpul



Seminggu berlalu dengan cepat, semua persiapan telah selesai dan akhirnya pembukaan turnamen bela diri akan segera diadakan. Pada turnamen bela diri kali ini, jumlah peserta yang akan berpartisipasi sebanyak 32 orang. 20 orang di antara mereka datang melalui jalur undangan kepada 6 perguruan bela diri dan 4 sekte bela diri. 12 orang sisanya adalah mereka yang masuk melalui jalur seleksi.

32 orang yang tersebut akan dibagi dalam 4 grup, di masing-masing grup akan dihuni oleh 8 orang, dan mereka akan bertarung melawan semua yang ada di dalam grup, setiap kemenangan akan mendapat 1 poin, lalu diakhir pertandingan nanti, 2 orang yang memiliki poin tertinggi akan masuk ke dalam babak penyisihan.

Gedung martial art, atau yang biasa disebut gedung MA sudah penuh dengan para penonton dan wartawan. Meskipun turnamen ini tidak diikuti oleh para bintang dari dunia bela diri, akan tetapi mereka adalah orang-orang terpilih yang mewakili nama perguruan bela diri mereka.

Di sebuah ruangan luas tempat para peserta akan menunggu giliran mereka untuk bertarung, 4 orang sedang duduk dengan tenang. Mereka bukan dari perguran bela diri yang sama, jadi mereka tidak terlalu dekat dan hanya mengobrol dengan sesama teman perguruan bela diri.

Pintu terbuka, dua sosok masuk ke dalam. Pakaian bela diri yang mereka kenakan berwarna ungu dengan logo sebuah mawar, mereka adalah perguruan bela diri Racun Mawar. 

Empat orang tadi hanya melirik sebentar dan kembali mengabaikan dua orang tersebut. Dua orang itu, Hector dan Lothar, tidak merasa senang dengan tanggapan mereka yang sangat dingin. Hector dengan keras menutup pintu lalu mendengus dengan keras. 

Lothar menepuk punggung Hector agar dia tetap sabar, meskipun dia juga tidak senang, tapi dia tidak mau mereka berdua akan didiskualifikasi karena membuat kerusuhan sebelum turnamen.

Hector dan Lothar adalah dua individu paling menonjol dari perguruan bela diri Racun Mawar. Setiap harinya, mereka selalu disiram dengan pujian yang sangat manis dan tumbuh menjadi pribadi yang sombong. 

Sedangkan itu, empat orang tadi kembali memandang mereka dan memikirkan satu kalimat yang sama, “Apa yang salah dengan mereka berdua?”

Tidak lama kemudian, pintu kembali dibuka, kali ini adalah dua pria muda dengan pakaian bela diri berwarna merah, di punggung mereka terdapat gambar singa sedang mengaum, mereka berasal dari perguruan bela diri Singa Api. 

Dua pria tersebut adalah July dan Augus. Sama seperti Hector dan Lothar, mereka berdua juga selalu diistimewakan di perguruan bela diri dan membuat July dan Augus mengembangkan sifat yang sombong juga.

Hector mendengus dingin setelah melihat mereka berdua masuk, dan pandangan matanya jelas meremehkan July dan Augus. 

July sedang dalam suasana hati yang buruk, ketika dia mendengar Hector mendengus padanya, itu membuat suasana hatinya jadi semakin buruk. Dengan langkah yang tegas, July melangkah mendekati Hector. 

Melihat July mendekatinya, Hector langsung berdiri dan menaikan dagunya, menunggu apa yang akan July lakukan. Jika July berani bertindak sombong dan menyerangnya duluan, maka Hector tidak akan menahan diri dan langsung memulai perkelahian.

July dan Hector berdiri berhadapan, tidak ada yang mulai berbicara, tapi mata mereka saling menatap dan mengukur masing-masing. Dengan pemahaman mereka, orang di depan mereka tidak akan bisa dikalahkan dengan mudah, jadi jika pertarungan terjadi, tidak hanya mereka akan didiskualifikasi, tapi mungkin akan mendapat luka yang parah.

Mereka sombong, tapi tidak bodoh. 

Sedangkan itu, empat orang tadi menatap July dan Hector dengan bersemangat, mereka sangat menantikan pertarungan itu terjadi kemudian mereka berdua akan didiskualifikasi. Namun, mereka hanya saling menatap, tapi tidak ada yang bergerak.

Tiba-tiba Augus datang dan menepuk punggung July.

“Ayo, kita duduk di sebelah sana saja.”

“Hmm.”

Kemudian July dan Augus duduk di salah satu sudut dan mengobrol dengan santai. Kemudian satu demi satu peserta mulai masuk ke dalam ruangan, banyak di antara mereka yang tidak mengenal satu sama lain, jadi ketika mereka berpapasan yang bisa mereka lakukan hanya tersenyum ramah dan mengangguk pelan. 

Namun, tidak jarang juga ada yang dengan sombongnya mengabaikan orang lain di sekitar, dia hanya mencari kursi yang kosong dan langsung duduk dengan diam. Meskipun begitu, ada juga beberapa orang yang saling kenal dan kemudian mereka akan duduk bersama lalu mengobrol dengan santai, membuat ruangan menjadi hidup.

Tiba-tiba pintu terbuka lagi, beberapa orang menoleh dan melihat siapa orang yang datang, beberapa lainnya terus melakukan apa yang mereka lakukan sebelumnya, tanpa memedulikan orang baru tersebut. 

Namun, ketika melihat siapa yang datang, banyak yang langsung tercengang, karena orang yang datang itu sangat terkenal, akan tetapi dalam artian buruk. Seseorang yang selalu disebut sebagai sampah, Lin Fan. Baju bela diri membungkus tubuhnya dengan erat, tidak banyak otot yang dia miliki, jadi tidak terlalu berkesan ketika dilihat.

“Sialan, kenapa si sampah itu ikut ke turnamen ini?”

“Haha, pemimpin sekte bela diri mereka pasti bodoh untuk mengirimkan si pecundang itu.”

“Hebat, dengan dia mengikuti turnamen ini, berarti sainganku berkurang satu orang.”

“Kau benar, si sampah itu bisa dengan mudah kita kalahkan.”

Semua orang berbisik di antara mereka. Namun, Yun Che, yang berdiri tepat di samping Lin Fan bisa mendengarnya dengan jelas. Yun Che memandang mereka dengan penuh amarah, akan tetapi tiba-tiba saja Lin Fan menepuk punggung Yun Che, mengisyaratkan dia untuk tenang.

Lin Fan dan Yun Che berjalan ke salah satu pojok ruangan, duduk di kursi yang kosong dan menutup mata, tidak memedulikan pendapat orang-orang di dalam ruangan. Tapi, tiba-tiba Hector berdiri dari kursinya, dia berjalan menuju arah Lin Fan dan Yun Che.

“Pergi dari sini.” Hector berkata dengan keras. 

Sebelumnya Hector belum pernah bertemu dengan Lin Fan, akan tetapi dia pernah mendengar rumor yang beredar tentangnya. Si sampah yang bahkan tidak bisa mengalahkan adik perempuannya. Bagi Hector, meskipun turnamen ini tidak semegah turnamen resmi yang diadakan oleh pemerintah, akan tetapi turnamen ini juga tidak kalah bergengsi. 

Dengan hadiah yang tak kalah dari yang diberikan oleh pemerintah, dan juga sang legenda, Li Jun sebagai wajah dari turnamen ini, tidak kalah jauh dari turnamen resmi dari pemerintah.

Melihat Lin Fan mengikuti turnamen ini tentu saja membuat Hector marah, dia tidak mau orang-orang melihat turnamen ini dengan sebelah mata. Jika sampah seperti Lin Fan dapat mengikuti turnamen ini, tentu saja akan menurunkan standar semua orang.

Lin Fan tetap menutup matanya, sedangkan itu Yun Che membuka matanya dan melirik ke arah Hector dengan marah. Namun, tiba-tiba saja Yun Che tertawa kecil dan menutup matanya lagi, mengabaikan Hector yang masih menatap menatap tajam dia dan Lin Fan.

Melihat hector membuat Yun Che mengingat dirinya yang dulu, orang yang percaya kepada rumor tanpa tahu kebenarannya. Jika Lin Fan dikatakan sampah, lalu bagaimana dengan dirinya yang kalah sangat mengenaskan dari Lin Fan. Pada akhirnya, rumor hanyalah rumor, bukan kebenaran.

“Aku peringatkan sekali lagi, keluar dari sini.”

Hector sangat marah karena diabaikan oleh Lin Fan dan Yun Che. Namun, Hector masih mencoba menahan diri, karena jika dia membuat keributan maka tidak menutup kemungkinan dia akan didiskualifikasi.

Hector melihat ke sekeliling lalu berkata, “Semuanya, apakah kalian setuju padaku jika sampah ini harus keluar dari turnamen ini?”

“Ya, benar, sampah seperti dia tidak layak masuk ke turnamen ini.”

“Sampah seperti dia hanya menurunkan kualitas dari turnamen.”

“Benar, dia tidak layak mengikuti turnamen.”

“Sampah seperti dia hanya mengotori nama turnamen ini.”

Semua orang dengan sombong mencemooh Lin Fan. 

Yun Che sebelumnya berniat untuk membiarkan Hector, akan tetapi setelah mendengar semua ini, dia mulai marah. Yun Che berdiri dan memukul dinding di sampingnya.

Bam

Semua orang terdiam untuk sesaat. Namun, itu tidak berlangsung lama, kemudian mereka semua mulai mencemooh Yun Che. Mengatakan banyak hal buruk tentang dia, meskipun mereka sama sekali tidak mengenalnya, tapi karena dia membuat mereka tidak senang, Yun Che pantas untuk dihina.

Tiba-tiba pintu terbuka sekali lagi, dua sosok pemuda masuk ke dalam ruangan. Mereka berdua adalah Gary dan Gerral. 

Melihat situasi di ruangan membuat Gerral mengerutkan kening.

“Diam!” teriak Gerral.

Sementara itu Gary menguap dan tidak memedulikan semua orang, dia segera mencari kursi yang kosong dan duduk seraya menutup mata.

Hector sangat tidak senang dengan apa yang Gerral katakan, akan tetapi dia segera menutup mulutnya, karena Hector tahu siapa Gerral, dia adalah salah satu orang yang sangat dia waspadai di turnamen kali ini.

Hector menatap Gerral sekilas lalu berjalan ke tempat duduknya lagi. 

Semua orang yang tidak mengenal Gerral sedikit tidak senang dengan sikap sombongnya. Namun, setelah melihat bagaimana Hector tidak berani bicara lagi, mereka diam-diam menutup mulut dan kembali duduk dengan tenang.

Lin Fan membuka matanya dan melihat Gerral sekilas, lalu dia menutup matanya lagi. Dari apa yang Lin Fan lihat, Gerral sedikit lebih kuat dibandingkan dengan yang lainnya, akan tetapi dia tetap tidak mengangap Gerral sebagai musuh yang layak, karena dengan kekuatan yang dia miliki saat ini, Lin Fan tidak percaya ada orang yang bisa membuatnya kesulitan, kecuali orang yang ditemuinya tempo hari.

Semua orang kembali mengobrol dengan santai, seperti kejadian yang sebelumnya tidak pernah terjadi. Ruangan itu menjadi lebih hidup karena telah banyak orang yang datang, akan tetapi masih ada beberapa orang yang belum datang.

Waktu terus berlalu, para peserta sudah hampir berkumpul semuanya. Dari dalam ruangan, mereka bisa mendengar meriahnya situasi di luar, dan itu membuat mereka agak gugup tapi juga bersemangat.

Tiba-tiba pintu terbuka sekali lagi, lalu dua sosok masuk ke dalam ruangan. Orang yang berdiri di depan adalah seorang wanita dengan tubuh yang seksi, apalagi bagian dada dan bokongnya. Dia adalah Angel. Sedangkan itu gadis yang berdiri di belakangnya terlihat lebih tipis jika dibandingkan dengan Angel, akan tetapi kulitnya yang putih dan bersih mampu membuat setiap gadis menjadi iri. 

Dia adalah...