Episode 67 - Rencana Bunuh Diri



Kemarin. 

Rencana empat penguasa kota telah bocor dan diketahui oleh Si Iblis Hitam. Dia mendapat informasi tersebut dari salah satu anggota geng Serigala Hitam yang kini telah bergabung di bawah naungan Si Iblis Hitam. Namun, dia mendapat tugas sebagai mata-mata di geng Serigala Hitam. 

Di dalam gedung olah raga yang tidak lagi terpakai, berkumpul orang-orang dengan memakai pakaian serba hitam, mereka adalah orang-orang yang kini telah bergabung dengan Si Iblis Hitam. Mereka tidak menamai diri mereka Iblis Hitam. Namun, karena semua orang menggunakan nama itu, jadi mereka juga menggunakan nama tersebut. 

Meskipun terkesan menyeramkan, akan tetapi akar masalah dari nama ini karena pemimpin mereka yang selalu memakai pakaian serba hitam serta selalu mencari anggota baru pada malam hari. 

Nama orang yang menjadi pengkhianat dari geng Serigala Hitam itu adalah Deca. Dia bergabung setelah mendengar apa tujuan sebenarnya dia mencari anggota, meskipun dia merasa kesal karena harus dipukuli terlebih dahulu. Namun, ternyata itu adalah caranya untuk membuktikan bahwa dia tidak hanya mengatakan omong kosong akan tujuannya.

Ketika si Iblis Hitam mendengar rencana itu, dia tidak bereaksi banyak, dan hanya mengatakan satu kalimat. 

“Besok, kita akan menemui mereka.”

Kemudian Deca menyampaikan apa yang si Iblis Hitam katakan kepada semua orang.

“Besok, kita bisa melihat seberapa jauh kita berkembang.”

“Benar, aku sudah tidak sabar untuk mengetahui seberapa kuat aku sekarang.”

“Yang pasti, mereka bukan tandingan kita lagi.”

Selama mereka masuk ke dalam naungan si Iblis Hitam, mereka telah menerima pelatihan yang sangat ketat, akan tetapi mereka telah merasakan sendiri bagaimana perkembangan yang terjadi. Mereka yang awalnya tidak bisa bertarung, kini telah mampu melawan dua atau tiga orang biasa. Apalagi orang yang awalnya telah memiliki kemampuan bertarung, kini mereka telah memiliki kemampuan yang tak kalah dari ahli bela diri profesional.

Di pojok ruangan, terlihat seorang pemuda sedang duduk dalam diam, dia adalah Wendy. Dia bergabung sama seperti yang lainnya, yaitu dengan cara dihajar terlebih dahulu oleh si Iblis Hitam. Ketika itu Wendy sedang melakukan siaran langsung di sosial media, untuk membongkar identitas asli dari si Iblis Hitam.

Saat itu, Wendy dan teman-temannya tidak menyangka bahwa sosok yang sedang hangat dibicarkan itu benar-benar ada, mereka awalnya berpikir bahwa si Iblis Hitam itu hanya rumor semata.

Namun, ternyata si Iblis Hitam itu benar-benar ada, dan datang menemui mereka. Kejadian selanjutnya adalah Wendy dan teman-temannya tak sadarkan diri karena dihajar oleh si Iblis Hitam. Ketika mereka bangun, Wendy mengira semua mimpi buruk itu akan berakhir. Namun, ternyata sosok itu masih ada disana. Dengan suara yang dalam si Iblis Hitam berkata, “Ikuti aku.”

“I-ikut kemana?”

“Mewujudkan tujuanku.”

“Tu-tujuanmu? Memangnya apa tujuanmu?”

“Menghancurkan semua geng yang ada di kota ini.”

Tujuan yang sangat ambisius, sebab ada terlalu banyak geng di kota ini, apalagi ada empat geng terkuat yang telah mengakar sangat dalam dan memiliki kekuatan dan pengaruh pada pemerintahan setempat.

Tapi, kata-kata yang telah si Iblis Hitam katakan tidak terdengar seperti bualan semata, dan memiliki semacam efek persuasif yang membuat Wendy mengiyakan ajakan tersebut.

Kemudian Wendy dan teman-temannya dibawa ke sebuah gedung olahraga yang adalah tempat semua orang yang telah si Iblis Hitam ajak untuk membantunya mewujudkan tujuan gilanya. Di sana telah berkumpul banyak orang, jauh dari pikiran Wendy yang berpikir sedikit orang yang akan mau menerima ajakan si Iblis Hitam.

Di tempat itulah Wendy menerima pelatihan langsung dari si Iblis Hitam tentang cara bertarung. Meskipun gerakan yang diajarkan oleh si Iblis Hitam sangat sederhana, akan tetapi sangat efektif ketika digunakan untuk bertarung, karena semua gerakannya mengincar pada titik-titik vital musuh.

Setelah mendengar berita bahwa besok mereka akan menyerang, Wendy merasa sangat antusias, dia ingin melihat seberapa kuat si Iblis Hitam sebenarnya, karena sampai saat ini Wendy belum pernah melihat dia bertarung dengan serius, juga dia ingin melihat apakah dengan kekuatan yang dimiliki Iblis Hitam saat ini mampu untuk mewujudkan tujuan ambisiusnya.

Keesokan harinya.

Si Iblis Hitam berdiri di depan Wendy dan yang lainnya, masih sama, yaitu menggunakan pakaian serba hitam. Karena pakaian serba hitam yang dikenakan oleh Iblis Hitam, membuat Wendy dan yang lainnya juga mengikuti gaya berpakaiannya juga, karena mereka pikir warna hitam adalah identitas mereka. Padahal, tidak ada instruksi yang memerintahkan mereka untuk begitu.

“Apapun yang terjadi, percaya padaku, aku tidak akan membiarkan satu pun dari kalian terluka.”

Itulah kalimat yang si Iblis Hitam katakan sebelum mereka berangkat, sebuah janji untuk melindungi. Akhirnya, mereka yang hanya berjumlah sekitar 30 orang segera berangkat.

Setelah sampai di lokasi, mereka melihat banyak sekali orang, mungkin lebih dari 300 orang. Si Iblis Hitam dan yang lainnya tidak bergegas masuk, tapi mengamati situasi terlebih dahulu, karena mereka sadar bahwa jumlah mereka yang jauh berbeda. 

Ada salah satu anggota dari geng Naga Emas yang menyadari kehadiran Si Iblis Hitam dan yang lainnya, seketika itu dia langsung melapor kepada Dragon, meskipun saat itu Dragon sedang bersenang-senang, tapi dia merasa bahwa melaporkan urusan ini lebih penting dan tidak boleh ditunda.

Benar saja, setelah menerima laporan, Dragon langsung berhenti untuk bermain-main dengan tubuh Jessica, meninggalkan Jessica yang terbaring lemah, Dragon segera menyambut kedatangan Si Iblis Hitam.

“Haha, ini benar-benar hari yang baik, aku jadi tidak perlu mencarimu, malam ini juga aku akan menghancurkanmu.” Ucap Dragon dengan angkuh.

Tidak ada balasan apapun dari si Iblis Hitam dan yang lain, mereka tetap mempertahankan diam mereka dan hanya memperhatikan Dragon dan anak buahnya.

“Sepertinya tidak ada yang ingin kau katakan, ya, baiklah kalau begitu, aku pun tidak berniat untuk berbincang-bincang dengan orang yang akan mati tidak lama lagi.” Ucap Dragon, kemudian dia menatap tajam Iblis Hitam dan yang lainnya untuk beberapa saat lalu berteriak. “Serang!”

Puluhan orang langsung maju menyerbu si Iblis Hitam dan yang lain, akan tetapi tidak ada satu pun dari mereka yang nyalinya menciut dan kabur, mereka tetap berdiri menghadapi serbuan tersebut.

Kemudian perkelahian di mulai, sekitar 100 orang dari geng Naga Emas maju menyerang 30 orang dari Iblis Hitam, sedangkan itu Dragon dan yang anak buahnya yang lain masih berdiri menonton pertarungan, tidak ada niat untuk bergabung, karena mereka yakin, dengan mereka saja Si Iblis Hitam pasti akan kalah.

Wendy menatap orang-orang dari Naga Emas yang maju ke hadapannya. Dia dengan tenang maju dan menghadapi mereka semua. 

“Amatir.” Ucap Wendy.

Dengan sangat mudah Wendy mampu menghindari serangan mereka, lalu sedetik kemudian serangan balasan dari Wendy mampu membuat mereka terjatuh dan mengerang kesakitan. Terlalu kuat.

Bukan hanya Wendy, tapi yang lain juga mampu menghadapi semua musuh yang datang menghampiri mereka, kurang dari lima menit kemudin 100 orang itu hanyalah pecundang yang mengerang kesakitan di tanah.

Dragon menyaksikan adegan tersebut dengan ngeri, dia tidak menyangka bahwa semua orang dari si Iblis Hitam akan menjadi sekuat ini. Di antara mereka dia mengenal beberapa yang sebelumnya adalah anak buahnya di Naga Emas, seingatnya mereka tidak memiliki kemampuan bertarung sehebat itu, bahkan dia juga mengenal Wendy, pemuda yang sebelumnya sempat viral karena videonya yang mencoba membuka identitas si Iblis Hitam, akan tetapi setelah itu tak ada kabar lagi darinya dan ternyata dia saat ini bersama si Iblis Hitam.

Setelah menyelesaikan 100 orang itu, kemudian tiba-tiba saja si Iblis Hitam berlari menghampiri Dragon dan anak buahnya.

“Sial! Cepat ambil senjata di dalam!” teriak Dragon.

Kemudian dengan terburu-buru Dragon dan anak buahnya masuk ke dalam gudang, membuka kotak senjata yang sebelumnya telah Jessica sediakan. Sangat cepat, mereka semua kini memegang senjata di tangan masing-masing.

“Tembak!” teriak Dragon sebagai aba-aba.

Sedetik kemudian Dragon dan anak buahnya segera menarik pelatuk dan hujan peluru segera menghampiri Iblis Hitam dan yang lain. Dalam benak Dragon Iblis Hitam kali ini akan menjadi mayat, tak ada kemungkinan untuk dia bisa selamat dari hujan peluru ini. Jika dia bisa selamat, maka pasti dia bukan lagi manusia, tapi monster.

Namun, sebuah adegan yang sangat menakjubkan tercipat, sebuah penghalang api berwarna biru menutupi Iblis Hitam dan yang lain. Dengan adanya dinding api biru ini, semua peluru langsung meleleh. Tanpa terkecuali, semua peluru tak mampu untuk melewati dinding api tersebut.

Wendy kembali mengingat kalimat yang Iblis Hitam katakan kepada mereka sebelum berangkat.

“Apapun yang terjadi, percaya padaku, aku tidak akan membiarkan satu pun dari kalian terluka.”

Namun, Wendy tidak pernah berpikir dalam benaknya bahwa Iblis Hitam akan melakukan sesuatu yang sangat imajinatif seperti membuat dinding api untuk melindungi mereka. Meskipun begitu, Wendy senang, karena Iblis Hitam menepati janjinya, dan kini Wendy mulai percaya, tujuan yang ingin Iblis Hitam wujudkan pasti bisa terlaksana.

“Sial! Siapa kau sebenarnya?” Dragon meraung penuh amarah.

Kejadian tak masuk akal yang terjadi di depannya benar-benar mengejutkan, Dragon berpikir tidak mungkin ada manusia yang dapat melakukan hal seperti itu.

Hujan peluru masih berlangsung, tapi tidak ada satu pun peluru yang mampu menembus dinding api biru tersebut, semua serangan itu terasa seperti sia-sia saja.

Lalu tiba-tiba saja sebuah pemikiran muncul dalam benak Dragon, tentang kenapa dia di beri nama Iblis Hitam, mungkin saja itu bukan karena muncul pada malam hari dan menggunakan pakaian serba hitam, melainkan karena dia benar-benar iblis.

“Dasar Iblis, matilah!” teriak Dragon seraya masih menekan pelatuk senjatanya.

Di tengah keributan itu, Jessica yang terbaring lemah mengambil sesuatu dari dalam kantungnya, sebuah kotak kecil dengan tombol berwarna merah di tengahnya. 

Alasan kenapa dia hanya ingin datang sendiri adalah karena dia tidak mau melibatkan temannya dalam rencana bunuh diri ini. Jessica dengan lemah menekan tombol tersebut lalu sedetik kemudian bom yang telah dipasang pada gedung tersebut diaktifkan, menghasilkan ledakan yang sangat besar, hingga menghancurkan gedung tua tersebut.