Episode 1 - Prolog

Aku tak menyukai kantor polisi. Tiap sudutnya terasa membosankan. Udaranya yang bau bangunan usang membuatku malas bernapas. Hari ini, seorang polisi tengah sial. Sudah lebih empat jam ia mencecarku dengan berbagai pertanyaan yang intinya kurang lebih sama.

Barangkali, di tengah kebuntuan yang melelahkan ini, kami sama belajar. Aku belajar mengatakan apa yang ingin kukatakan, sedangkan ia belajar mendengar apa yang tak ingin ia dengar. Aku pikir itu cukup adil. Meskipun aku tahu, keadilan cuma barang mewah yang tak kalah usang dengan tempat ini.

Aku tak tahu berapa lama lagi waktu sampai kesabarannya habis. Tetapi semoga saja aku tahu batas, sehingga ia tak perlu mencabut pistolnya dan menembak kepalaku. Namun, aku tak akan membiarkan hal itu terjadi. Aku tak rela kepalaku pecah dan kenangan di dalamnya berceceran di lantai kusam kantor polisi.